Lebaran, Mendagri: Perbedaan Pilihan Politik Jangan Hapus Harmoni

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 15:37 WIB Politik dan Hukum
Lebaran, Mendagri: Perbedaan Pilihan Politik Jangan Hapus Harmoni

MI/PALCE AMALO

JELANG Pilkada di 171 daerah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap semangat dari Idul Fitri dapat dibawa dan diterapkan selama Pilkada serentak nantinya. Semangat dalam Idul Fitri yang bertumpu pada silahturahmi hendaknya menjadi langgam dama Pilkada.

Tjahjo mengemukakan politik harus diwarnai oleh spirit yang baik agar persoalan etik tak diabaikan dalam berkontestasi. Idul Fitri yang memiliki semangat silaturahmi yang kental diharapkan dapat dihadirkan dalam kontestasi persaingan pilkada.

"Berbeda pilihan bukan berarti lalu persaudaraan menjadi terputus. Keberlangsungan hidup masyarakat dan negara harus  kita jaga bersama," terang Tjahjo di Jakarta, Kamis (14/6).

Dirinya menilai bahwa momentum Idul Fitri harus dikebumikan dalam gelaran pesta demokrasi, yakni membangun kesadaran dalam menjaga harmoni dan persaudaraan. Meski berbeda dalam pilihan tetapi rasa kekeluargaan, kekerabatan, persatuan dan ksatuan tidak boleh hilang.

Terkait pelaksanaan pilkada Tjahjo menghimbau agar pada saat hari pemungutan suara 27 Juni 2018 masyarakat dapat hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Para pemilih harus menggunakan pilihannya dengan suka cita sesuai hati nurani untuk pemimpin yang amanah, sebab pesta demokrasi harus menghadirkan kegembiraan dan bukan ketakutan.

"Datanglah dengan suka ria. Silahkan memilih kepala daerah setempat yang akan menjadi pemimpin daerah 5 tahun kedepan yang bisa menggerakkan pembangunan, pelayanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan rasa aman, tertib dan damai," terang Tjahjo.

Tjahjo juga meminta kepada masyarakat, pasangan calon, tim sukses, aparatur dan penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu maupun tokoh masyarakat untuk menggunakan momen Idul Fitri sebagai sarana menurunkan tensi suhu politik daerah.

"Saya percaya penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu serta aparat TNI, Polri, aparat pemerintah daerah akan bekerja profesional. Saya juga yakin  tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh perempuan, pers dan tokoh agama serta  lembaga-lembaga keagamana akan bersatu padu memelihara iklim Pilkada serentak 2018 yang kondusif, tertib, lancar, aman dan damai," tutur Tjahjo.

Untuk itu dirinya meminta emua pihak berkomitmen dalam menghadirkan kesejukan berkompetisi. Kontestasi pilkada harus berjalan elegan untuk menjadi pesta demokrasi yang beretika dan bermartabat serta menjauhkan diri dari perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan ajaran agama. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More