Naik 40%, Bukti Kesadaran Berzakat Semakin Meningkat

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 15:29 WIB Humaniora
Naik 40%, Bukti Kesadaran Berzakat Semakin Meningkat

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

MENJELANG Hari Raya Idulfitri 1439H, Badan Amil Zakat Nasional [BAZNAS] mengungkapkan bahwa pembayaran zakat masyarakat Indonesia sampai pada Kamis (14/6) naik tajam.

Bulan Ramadan ini, disampaikan oleh Deputi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Arifin Purwakananta mengatakan tahun 2018 ini antusiasme masyarakat muslim Indonesia berzakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS pusat , provinsi dan kabupaten kota meningat . Ini dilihat dari banyaknya respon terhadap kampanye dan ajakan untuk lembaga untuk berzakat, termasuk dukungan untuk inovasi layanan lembaga zakat ini.

"Saat ini pengumpulan dana zakat di BAZNAS pusat telah mencapai target Rp 54 miliar. Sampai tadi pagi pengumpulan zakar telah melewati target. Kami berharap terus bertambah sehingga dapat mencapai lebih dari Rp 56 miliar. Artinya kenaikan pengumpulan zakat naik di atas 40% di BAZNAS pusat, diikuti oleh perolehan zakat di provinsi, kabupaten kota dan lembaga amil zakat nasional (LAZNAS)," ujar deputi BAZNAS Arifin Purwakananta , saat dihubungi, Kamis (14/6).

Peningkatan ini,lanjut dia, selain dipicu oleh berbagai kampanye ajakan berzakat, juga banyaknya layanan kemudahan berzakat lembaha BAZNAS untuk infaq dan sedekah, terutama inovasi dalam pengembangan layanan zakat melalui digital.

Masyarakat yang berzakat kepada BAZNAS terdiri dari 20% zakat perusahan dan CSR, dan 80% berasal dari zakat perseorangan baik masyarakat umum maupun  aparatur sipil negara (ASN).

"Kami berharap angka ini cukup menggembirakan. proporsi bawha ritel perorangan 80%  tingkat nasional dan proporsi sumbangan korporasi 20% sesuai rencana yang kami buat untuk menambah zakat perseorangan,"

Data dari pusat kajian strategis BAZNAS, meningkatnya pemberi zakat perorangan terutama dimotivasi dari kepercayaan kepada pimpinan lembaga.

"22% dari masyarakat perseorangan yang berzakat di kami, karena kantor instansi mereka turut melakukan zakat atau bisa dikatakan didorong atasan mereka. Angka ini menggembirakan karena makin banyak yanf berzakat karena kepercayaan kepada kami,"

Selain itu, hal ini juga menggambarkan kalau kesadaran masyarakat berzakat ini meningkat.

"Karena kenaikan kepercayaan publik kepada BAZNAS pusat sebanyak 40% , melihat peningkatan zakat masyarakat muslim pada umumnya di Indonesia melalui lembaga-lembaga. BAZNAS di Indonesia memiliki pangsa pasar 20%,"

Memang lembaga zakat sering dihadapkan dengan sebuah hitungan potensi zakat nasional yang besar dan pengguna zakat tahun ini diperkirakan mencapai Rp 8 triliun.

Potensi zakat Indonesia yang dihitung sebanyak Rp 217 triliun merupakan kondisi ideal bila sudah sadar syariat zakat harus dilakukan dan menzakati semua dari hartanya.

Mengenai perolehan zakat, tahun 2017 target pengumpulan zakat nasional Rp 6 triliun dan pencapaian sebesar Rp 6,24 triliun.

"Tahun ini target pengumpulan dana zakat Rp 8 triliun dan kami berharap pencapaian di tahun ini bisa tembus dari Rp 8 triliun. Ini angka yang dihimpun oleh baznas pusat provinsi ,kabupaten kota se Indonesia dan Lembaga amil zakat (LAZ) se Indonesia," tukas Arifin. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More