Tomy Winata: Berharap AGP Motivasi Rakyat dan Pengusaha Besar

Penulis: Irene Harty Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 14:58 WIB Humaniora
Tomy Winata: Berharap AGP Motivasi Rakyat dan Pengusaha Besar

MI/Irene

PENDIRI Artha Graha Peduli (AGP), Tomy Winata, berharap penyelenggaraan pasar murah Artha Graha Peduli (AGP) di dua titik di Jakarta Utara pada Kamis (14/6) dapat menjadi motivasi bagi warga dan pengusaha besar nasional maupun internasional yang ada di Indonesia.

Dua titik pasar murah itu berada di Gang Abdul Fatah RT.3/RW.4 Rawa Badak Selatan, Plumpang dan Kampung Sukapura RT.7/RW.10 Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara.

"Kita berharap dengan ini mereka mendapat motivasi untuk pelan-pelan bangkit dan maju," kata Tomy.

Dia pun mengaku sekitar 800 titik di seluruh Indonesia telah menjadi sasaran lokasi pasar murah selama kurang lebih tiga minggu dalam bulan Ramadan.

"Pemilihan berdasar survei ekonomi sosial yang kami lakukan, melihat wilayah mana yang paling membutuhkan," sahutnya.

Tomy juga mengungkapkan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat memperbaiki kekurangan seperti kelengkapan jenis sembako.

"Dan satu lagi harapan saya adalah semua pengusaha menengah atas dan yang atas itu bisa lebih aktif lagi dan terpanggil. Harapan saya juga yang dilakukan AGP ini menjadi motivasi untuk seluruh pengusaha nasional termasuk perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia untuk ikut berbagi," jelas Tomy.

Baginya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengamalan Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara itu, PIC AGP, Sidik Wanuri menegaskan proyek pasar murah tersebut tidak mengandung unsur politis apapun meski di lokasi pertama terlihat kehadiran Politisi dari Partai NasDem, Victor Laiskodat dan kedua putranya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More