Xavi Kecam Real Madrid Terkait Lopetegui

Penulis: Krisna Octavianus Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 13:18 WIB Sepak Bola
Xavi Kecam Real Madrid Terkait Lopetegui

AFP/AL-WATAN DOHA/Karim JAAFAR
Xavi

MANTAN pemain tim nasional Spanyol, Xavi, mengkritik momen pengumuman Julen Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid yang dia anggap tidak tepat.

Lopetegui secara mengejutkan dipecat dari kursi kepelatihan La Furia Roja pada Rabu (13/6), sehari setelah dia diumumkan akan menjadi pengganti Zinedine Zidane di El Real.

Xavi merasa tidak senang dengan waktu pengumuman pergerakan Lopetegui ke Madrid. Bagi dia, itu bukan momen yang tepat. Apalagi, Spanyol akan bertanding melawan Portugal pada Sabtu (16/6).

"Saya bukan orang yang ingin membicarakan ini (Lopetegui bergabung dengan Madrid)," ujar Xavi kepada Radio Marca.

"Itu bukan momen yang paling ideal atau yang tepat," tegas Xavi soal pengumuman Lopetegui sebagai pelatih Madrid.

Pemecatan Lopetegui terjadi hanya dua hari sebelum pertandingan pembukaan Spanyol melawan Portugal di Sochi. Meski begitu, Xavi yakin Spanyol yang akan dilatih Fernando Hierro, masih bisa berkiprah apik di Piala Dunia.

"Anda tidak pernah tahu, para pemain sudah melihat semuanya dan pasti, mereka bisa memainkan peran yang bagus di Piala Dunia. Kepemimpinan tidak akan hilang, ada (Sergio) Ramos, (Gerard) Pique, dan (Andres) Iniesta," ujar Ramos.

"Ada orang-orang yang sangat siap dan suasana yang sangat baik. Ini bukan situasi terbaik tapi pada saat yang sama, itu menyatukan mereka lebih banyak dan mereka memberi lebih banyak dari diri mereka sendiri, Anda tidak pernah tahu," pungkasnya. (Medcom/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More