Polri Masih Telusuri Afialiasi Tiga Terduga Teroris Blitar

Penulis: Tosiani Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 12:45 WIB Politik dan Hukum
Polri Masih Telusuri Afialiasi Tiga Terduga Teroris Blitar

ANTARA/Irfan Anshori
Personil Densus Antiteror Mabes Polri menggeledah sebuah rumah kontrakan saat penggerebekan di Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, Blitar, Jawa Timur, Rabu (13/6/2018) malam.

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror saat ini masih mendalami afiliasi kelompok dari tiga orang terduga teroris yang ditangkap di Kecamatan Talun, Blitar, Jawa Timur pada Rabu (13/6) Malam.

Ketiganya adalah NH, SZ, dan AN. Salah satu dari ketiga orang itu, yakni NH berprofesi sebagai dokter.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Muhammad Iqbal menjelaskan ketiga orang terduga teroris tersebut sudah diamankan Densus 88 Antiteror dari kontrakan sekaligus tempat praktik pengobatan bekam terduga teroris berinisial NH.

“Kami masih mendalami ketiga terduga teroris ini, baik kelompoknya maupun siapa-siapa saja yang akan melakukan aksi teror dari kelompok ini," katanya, Kamis (14/6).

Iqbal mengaku optimistis Densus 88 Antiteror akan mengungkap afiliasi kelompok teroris ketiga orang tersebut dalam waktu dekat. Iqbal juga mengimbau kepada publik agar tetap tenang, karena potensi aksi teror jelang Hari Raya Idulfitri tidak terlalu besar.

“Sabar ya. Kami akan ungkap dan sampaikan semuanya kepada publik, kan baru ditangkap tadi malam. Jadi masih ditelusuri dulu," katanya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More