Antisipasi Pelemparan Batu di Tol Jagorawi, TNI Sebar Intel di JPO

Penulis: Octavianus Dwi Sutrisno Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 11:08 WIB Megapolitan
Antisipasi Pelemparan Batu di Tol Jagorawi, TNI Sebar Intel di JPO

MTVN/Octavianus
Lokasi Tol Jagorawi yang diduga menjadi lokasi pelemparan batu

MENGANTISIPASI pelemparan batu ke kendaraan yang melintas di Tol Jagorawi, Komando Distrik Militer (Kodim) 0508 ikut mengawasi.

Komandan Distrik Militer 0508/Depok Letkol Inf Iskandarmanto menegaskan, pihaknya telah menempatkan puluhan anggota TNI di tiga jembatan penyebrangan orang (JPO) di atas Tol Jagorawi yakni KM 14, KM 16, dan KM 20.

"Penyebaran anggota intel ini difokuskan pada beberapa titik yang dinilai rawan pelemparan batu," ungkap Iskandar, Rabu (13/6) malam.

Iskandarmanto mengungkapkan Kodim juga menyiagakan petugas di sejumlah sisi jalan Tol Jagorawi yang dianggap rawan pelemparan batu.

Dia meminta pemudik yang hendak melintasi Jalur Tol Jagorawi agar tidak khawatir. Karena koordinasi tiga pilar yaitu TNI, Polresta Depok, dan Pemkot Depok terjalin dengan baik untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kota Belimbing.

"Pengamanannya sudah kita perketat dan bersinergi dengan polisi serta Pemkot Depok, atau tiga pilar," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, mobil milik pejabat Bandem Wantanas dilempar batu, pada Senin (11/6) dini hari. Untuk mengantisipasi hal serupa, Polresta Depok juga telah menyiagakan personel berpakaian preman dan patroli berkala di JPO tempat diduga pelaku melempar batu. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More