Indonesia Dukung Resolusi PBB yang Kecam Israel

Penulis: Sonya Michaella Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 11:04 WIB Internasional
Indonesia Dukung Resolusi PBB yang Kecam Israel

ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

INDONESIA menjadi salah satu dari 120 negara yang memberikan suara untuk resolusi PBB yang mengecam serangan Israel terhadap warga Palestina.

"Indonesia terus kawal Resolusi yang melindungi rakyat Palestina serta kemerdekaan bangsa Palestina yang berdaulat, bermartabat dan terhormat," sebut pernyataan dari PTRI di New York lewat akun Twitter @indonesiaunny, Kamis (14/6).

"Dukungan Indonesia bagi Palestina ini, sejalan dengan konstitusi negara, dan seiring dengan mandat PBB untuk menciptakan perdamaian dan keamanan dunia," lanjut pernyataan itu.

Rasa syukur atas diadopsinya resolusi itu juga diungkapkan Duta Besar RI untuk PBB Dian Triansyah Djani lewat akun Twitter @DTDjani.

"Alhamdulillah. Resolusi ini adalah kemenangan perjuangan harkat kemanusiaan. Cukup sudah jatuhnya korban sipil! Indonesia konsisten lindungi penduduk sipil Palestina dengan sponsori resolusi PBB yang didukung 120 negara lainnya," tulis Dubes Trian.

Ia juga menegaskan Indonesia berada di garda terdepan meloloskan resolusi SMU PBB "The Protection of Palestinian Civilian Population".

Resolusi itu menyebut bahwa Israel menggunakan kekuatan berlebihan, tidak proporsional, dan tidak pandang bulu terhadap warga sipil Palestina.

Mereka juga menyerukan langkah-langkah perlindungan bagi warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Prancis berada di antara 12 negara Uni Eropa yang mendukung resolusi, namun Inggris abstain bersama italia, Polandia, dan 13 negara Uni Eropa lainnya.

Rusia dan Tiongkok juga mendukung resolusi tersebut. Sementara itu, Amerika Serikat (AS), Israel, Australia, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Kepulauan Solomon, dan Togo menentangnya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More