Kapolri Samakan Terorisme dengan Virus

Penulis: Tosiani Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 10:57 WIB Politik dan Hukum
Kapolri Samakan Terorisme dengan Virus

MI/ROMMY PUJIANTO

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menggambarkan terorisme bagai virus yang bisa menyebar kemana-mana, menyasar siapa saja, sama dengan penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

"Penyebaran terorisme ini dengan mudah melalui teknologi informasi, terutama sosial media," ujar Tito, Kamis (14/6).

Penyebaran terorisme ini, katanya, seperti puncak dari fenomena gunung es. Penyebaran sel teroris ada di semua wilayah. Karenanya, perlu ada langkah keras penegakan hukum pada mereka yang bersalah.

Tito mencontohkan dua perempuan yang tertangkap hendak melakukan penusukan polisi di Mako Brimob. Keduanya mengakui menerima paham terorisme melalui grup-grup di sosial media.

Penyebaran ideologi terorisme, dikatakan Tito, jangan sampai kemana-mana. Masalahnya sel terorisme ada di beberapa wilayah. Mereka menyebarkan paham teroris dengan mengambil momentum kebebasan demokrasi, berserikat, dan berkumpul.

"Saya tidak mengatakan kebebasan itu menyebabkan terorisme, tidak. Tapi mengambil momentum itu. IT dan Medsos menyebabkan penyebaran menjadi lebih mudah, bahkan sampai ke mahasiswa, kalangan anak-anak. Juga ada satu keluarga di Surabaya," ujar Tito.

Di Jambi, katanya, satu polisi ditangkap karena terpapar radikalisme. Tapi polisi tersebut sudah diberi pencerahan. Tito meminta hal ini diwaspadai. Masyarakat agar tidak mudah terbawa ideologi terorisme.

"Soal bom kita semua bekerja keras. Kalaupun ada yang tertangkap, ditembak, itu tidak bisa selesaikan masalah secara penuh, karena masalah utamanya adalah ideologi. Kita sudah lakukan hard approach dan soft approach. Nonpemerintah juga perlu andil. Harus dirumuskan aksi nasional untuk membendung ideologi itu," pungkas Tito. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More