Kenaikan Tarif Tol JORR Dipertanyakan

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 10:50 WIB Megapolitan
Kenaikan Tarif Tol JORR Dipertanyakan

ANTARA/Andika Wahyu

BADAN Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberlakukan perubahan tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai Rabu (20/6) pukul 00.01 WIB.

Akibat perubahan itu, kendaraan golongan 1 berupa sedan, jip, pikap atau truk kecil, dan bus dikenai tarif Rp15.000, sedangkan golongan 2 dan 3 tarifnya Rp22.500, serta golongan 4 dan 5 tarifnya Rp30.000.

Tarif sebelumnya untuk golongan I sebesar Rp9.500, golongan II Rp11.500, golongan III Rp15.500, golongan IV Rp19.000, dan golongan V Rp23.000.

Tarif baru itu berlaku di ruas-ruas Tol JORR, seperti Penjaringan-Kebon Jeruk, Kebon Jeruk-Ulujami, Ulujami-Pondok Pinang, dan Pondok Pinang-Taman Mini.

Selain itu, Tol Taman Mini-Cikunir, Cikunir-Cakung, Cakung-Rorotan, jalan tol menuju Tanjung Priok, Rorotan-Kebon Bawang, dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.  

"Kami dari ALASKA (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran) yang terdiri dari Lembaga Kaki Publik (Lembaga Kajian dan  Analisis Keterbukaan Informasi Publik) bersama Lembaga CBA (Lembaga Center for Budget Analysist) menilai kenaikan tarif tol ini sebetulnya sebagai bentuk penjajahan baru perusahaan pengelola jalan tol kepada pengguna jalan tol," terang Koordinator ALASKA Adri Zulpianto dalam keterangan resmi, Kamis (14/6)

Menurut dia, alasan kenaikan tarif itu untuk pemeliharaan jalan tol tidak masuk akal karena diberlakukan pada saat pendapatan jalan tol sedang naik. Seharusnya, kenaikan pendapatan perusahaan jalan tol  tersebut dapat digunakan untuk biaya pemeliharaan jalan.

Tercatat, pendapatan jasa marga pada 2017 sebesar Rp2,2 triliun, naik dari 2016 sebesar Rp1.88 triliun. Pendapatan untuk tol dan usaha lainnya sebesar Rp.8,92 triliun, naik dari 2016 sebesar Rp8,83 triliun.

"Dengan ada kenaikan tarif jalan tol ini, kami dari ALASKA meminta DPR untuk segera turun tangan atau melakukan intervensi untuk membatalkan kenaikan tarif jalan tol tersebut. Karena kenaikan tarif jalan tol merupakan kado pil pahit idul fitri buat pengguna jalan tol," katanya.

Kemudian yang paling aneh buat masyarakat adalah BPJT menjadi perpanjangan tangan bagi perusahaan jalan tol.

"Itu untuk menaikan tarif tol sesuka pengelola jalan tol tanpa memperhatikan kepentingan rakyat," tutupnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More