Jamaah An-Nadzir Sudah Gelar Salat Id

Penulis: Antara Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 09:31 WIB Nusantara
Jamaah An-Nadzir Sudah Gelar Salat Id

ANTARA/Abriawan Abhe

RATUSAN jamaah An-Nadzir yang bermukim di Desa Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (14/6) melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijiriah. Salat Id itu digelar lebih dulu dibandingkakan keputusan pemerintah yang baru menetapkannya pada Jumat (15/6).

"Kami menetapkan 1 syawal jatuh hari ini berdasarkan pengamatan air pasang puncak. Sebenarnya akhir Ramadan jatuh pada Rabu (13/6), hanya saja dari pengamatan puncak serta laporan posko dari Kolaka, Palopo hingga Batam, seluruh jamaah An-Nadzir Lebaran hari ini," ujar Juru Bicara An-Nadzir, Ustaz Lukman A Bakti di Gowa, Kamis (14/6).

Menurutnya, hasil pengamatan yang diyakini melalui metode hisab dan rukyat, terlihat bulan terbit sekitar pukul 13.00 WITA, sehingga untuk menentukan perpindahan bulan dari Ramadan ke Syawal dilakukan peneropongan bulan dan melihat tanda-tanda alam seperti pasang air laut.

Sejak tiga hari menjelang akhir Ramadan, lanjut dia, pemantauan air pasang laut dan pergerakan bulan terus diamati, sehingga pada Kamis (14/6) ditentukan sebagai akhir Ramadan atau masuk 1 Syawal setelah dilakukan musyawarah pada sidang isbat.

"Awalnya diprediksi Rabu, namun berdasarkan pengamatan bulan dan air pasang bila dilihat garisnya mengunakan kain tipis maka sangat jelas, sehingga kami yakin sudah masuk bulan Syawal," tambahnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More