Memaafkan Lebih Utama

Penulis: Quraish Shihab Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 09:05 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Memaafkan Lebih Utama

Quraish Shihab -- MI/SENO

TAFSIR Al Mishbah episode 29 membahas Alquran Surah Asy-Syura ayat 37-43. Dalam surah ini dibahas sifat-sifat orang yang beriman. Ayat 37 menerangkan bahwa orang-orang yang baik keimanannya menghindari dosa-dosa besar dan serta perbuatan yang berdampak buruk bagi masyarakat. Apabila menghadapi hal yang mencetuskan amarah, mereka memaafkan.

Dosa besar yang dimaksud, antara lain mempersekutukan Allah, membunuh, berzina, dan durhaka pada orangtua. Adapun kegiatan yang berdampak buruk pada masyarakat contohnya menyebar kebencian dan memecah belah.

Lalu, pada ayat 38 dikatakan, "Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

Orang-orang yang beriman selalu memenuhi seruan Allah, selalu mengerjakan salat, dan selalu menyelesaikan urusan mereka dengan jalan musyawarah demi tegaknya keadilan di tengah masyarakat, serta membelanjakan sebagian harta yang dikaruniakan oleh Allah di jalan kebaikan. Terkait dengan musyawarah, hal itu sangat dianjurkan dalam Alquran. Ada tiga ayat yang membahas musyawarah.

Pada ayat selanjutnya, yakni ayat 39-40 disebutkan, orang-orang beriman membela diri apabila mendapatkan perlakuan zalim. Lalu, ayat 40 dijelaskan, balasan orang yang berbuat buruk ialah keburukan. Namun, barang siapa, atas dasar cinta, memaafkan orang yang berbuat buruk kepadanya dan memperbaiki kembali hubungannya dengan orang itu, akan memperoleh pahala dari Allah.

"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim."

Kemudian, pada ayat 41 dijelaskan, "Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosa pun terhadap mereka".

Ayat itu menegaskan, membalas perbuatan aniaya dengan adil tidak berdosa, tetapi membalas berlebihan menimbulkan dosa. Seperti disebutkan di ayat 42, "Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih."

Meski membalas perbuatan aniaya dengan setimpal tidak berdosa, ayat 43 surah ini mengajurkan supaya kita memaafkan. "Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan."

Jadi, ada beberapa hal yang ditekankan dalam Surah Asy-Syura. Pertama, menjaga hubungan baik dengan Allah. Kedua, persoalan kemasyarakatan harus diselesaikan dengan musyawarah. Ketiga, peduli kepada orang-orang yang membutuhkan. Lalu, keburukan bisa dibalas dengan keburukan asal setimpal. Namun, sebaiknya kita memaafkan. Bahkan, kita sangat dianjurkan untuk berbuat baik pada orang yang telah berbuat jahat pada kita. (Ind/H-2)

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 16 Agu 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More