Jelang Lebaran, Seorang Pengungsi Sampang Meninggal di Pengungsian

Penulis: Micom Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 08:16 WIB Nusantara
Jelang Lebaran, Seorang Pengungsi Sampang Meninggal di Pengungsian

IST

KESEDIHAN kembali meliputi pengungsi Sampang dan sanak kerabat mereka di kampung halaman. Di akhir ramadan dan menjelang Lebaran 1439 Hijriah, satu lagi pengungsi Sampang meninggal dunia di pengungsian di Rusunawa, Jemundo, Sidoarjo. Setelah sebelumnya Busidin meninggal dunia semasa berada di pengungsian dua tahun lalu.

Pengungsi yang meninggal Rabu (13/6) bernama Kurriyah binti Syafii. Perempuan berusia 24 tahun itu menderita sakit cukup lama dan dalam perawatan di rumah sakit Soetomo sampai akhirnya meninggal dunia. Kurriyah diketahui mengalami penyakit tumor dan TBC tulang.

Kurriyah adalah perempuan yang sehari-hari menjadi ustazah yang mengasuh rohani dan agama di kalangan pengungsi terutama perempuan. Dia meninggal mendekati maghrib dan malam ini dari rumah sakit kembali dibawa ke pengungsian.

Sejak Kurriyah menghembuskan nafas terakhirnya, pihak keluarga mulai menghubungi sanak kerabat yang ada di kampung di Karanggayam, Sampang agar menyiapkan pekuburan.

Pihak keluarga yang di kampung menyatakan siap dan mereka mulai menggali kuburan pada pukul 18.30 WIB. Namun kemudian ada pernyataan dari aparat kepolisian Sampang sekitar pukul 18.45 WIB bahwa kepala desa Karanggayam menolak jenazah dikuburkan di kampung meski warga tak keberatan sama sekali.

Sementara tulisan ini dibuat, pihak keluarga sudah membawa jenazah ke kampung di Karanggayam, Sampang menggunakan ambulans meski sebelumnya ada upaya dari Polres Sidoarjo untuk menahan jenazah di RSU Sidoarjo tanpa alasan yang jelas.

Almarhumah Kurriyah sudah lama bersabar menunggu untuk pulang kampung dari pengungsian yang sudah mereka jalani selama 7 tahun sejak Agustus 2012. Namun nampaknya Allah lebih suka Ia kembali kepadaNya dalam keadaan menjadi pengungsi di negeri sendiri. (alhulbaitindonesia/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More