Densus 88 Tangkap Tiga Warga Blitar

Penulis: Antara Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 06:32 WIB Nusantara
Densus 88 Tangkap Tiga Warga Blitar

ANTARA/Irfan Anshori

TIM Detasemen Khusus (Densus 88) Mabes Polri menangkap tiga warga di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang diduga terkait jaringan terorisme, Rabu (13/6) malam.

Kepala Lingkungan Bajang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar Mislan mengatakan polisi menggerebek rumah milik Nanang, seorang pengusaha pupuk.

Pemilik rumah mengontrakkan rumah itu pada seorang dokter bernama NH, untuk jangka waktu sekitar tiga tahun.

"Kontrak sekitar tiga tahun. Namun, keluarga di sini tertutup," katanya, Rabu (13/6) malam.

Ia juga mengaku tidak terlalu akrab dengan pemilik rumah. Namun, dirinya merasa curiga dengan aktivitas di rumah itu, sebab satu pekan sebelumnya personel TNI dan Polri sering datang ke rumahnya menanyakan aktivitas dan riwayat pemilik rumah kontrakan tersebut.

"Jadi, sebelum kejadian ini, selama satu pekan, ada Koramil dan polisi tanya, tentang bagaimana orang yang mengontrak rumah itu, tanya juga orangnya ada atau tidak," katanya.

Walau sempat curiga,, dirinya mengaku kaget setelah Densus 88 datang ke rumah tersebut. Dirinya tidak menduga, penghuni rumah akan terkait dengan perkara hukum.

"Saya kaget dengan kejadian ini. Tapi, sebelumnya ada petugas yang sudah tanya, ternyata ini. Jadi, saya hanya memantau saja," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Talun Imam Harimiadi menambahkan, secara keseharian, memang penghuni rumah tertutup. Selain jarang bergaul dengan tetangga, penghuni rumah juga selalu menutup pintu rumahnya.

"Kalau keseharian kami kurang tahu, sebab pintu tertutup. Pernah ada kegiatan, tapi eksklusif sekali, tidak untuk masyarakat umum, tidak bisa sembarangan masuk" kata lurah tersebut.

Dirinya juga mengakui sebelumnya memang ada petugas dari TNI dan Polri yang datang, meminta informasi penghuni rumah dan aktivitas di rumah tersebut. Dirinya juga baru mengerti jika pemilik rumah ternyata berurusan dengan aparat.

Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap warga di Lingkungan Bajang, Kelurahan/Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar tersebut, Rabu (13/6) malam. Dari tiga orang tersebut, salah satunya adalah dokter umum yang juga membuka praktik pengobatan bekam. Mereka kini ditahan di Mapolres Blitar.

Tim Densus juga sempat melakukan penggeledahan di rumah yang dikontrak NH, di Lingkungan Bajang tersebut. NH ditangkap dengan dua warga lain, yang bernama SZ dan An.

Proses penggeledahan dilakukan tim dengan penjagaan ketat dari Mapolres Blitar. Petugas bersenjata api lengkap berjaga di depan rumah tersebut.

Mereka tidak mengizinkan warga yang tidak berkepentingan masuk. Di rumah itu juga dipasang garis polisi dan penjagaan masih dilakukan.

Hingga kini, ketiganya masih diamankan di Mapolres Blitar, untuk proses hukum lebih lanjut. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More