Gempa di Sumenep, Lima Rumah Rusak

Penulis: Rahmatullah Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 06:17 WIB Nusantara
Gempa di Sumenep, Lima Rumah Rusak

GEMPA berkekuatan 4,8 skala richter mengguncang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (13/6) malam. Lima rumah rusak berat akibat gempa tersebut.

"Sesuai data yang sudah masuk ke kami, ada lima rumah rusak akibat gempa barusan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Riadi.

Lima rumah yang rusak berada di tiga kecamatan, yaitu dua rumah di Kecamatan Batu Putih, satu rumah di Kecamatan Manding, dan dua rumah di Kecamatan Dasuk.

"Yang di Kecamatan Batu Putih itu ada di Desa Bulla’an, sedangkan Kecamatan Manding itu di Desa Jaba’an, dan yang di Dasuk itu di Desa Kecer," terang Rahman.

Ia berjanji besok akan turun ke lokasi. Ia akan memberikan bantuan kepada para korban.

Ia berharap warga meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kejadian yang di luar dugaan.

Kepala BMKG Kalianget Sumenep Usman mengatakan gempa itu jenis intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal. Ia menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Usman.

Hasil analisis BMKG, kata dia, gempa tersebut terjadi di darat pada jarak sekitar 6 kilometer arah Timur Laut Sumenep-Jawa Timur dengan kedalaman 12 kilometer.

"Masyarakat juga merasakan gempa bumi ini cukup kuat dan beberapa rumah mengalami kerusakan," kata dia. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More