120 Anggota PBB Kecam Israel Terkait Kekerasan di Gaza

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 06:13 WIB Internasional
120 Anggota PBB Kecam Israel Terkait Kekerasan di Gaza

AFP/DON EMMERT

SEBANYAK 120 negara di Majelis Umum PBB, Rabu (13/6), mengadopsi resolusi yang mengecam Israel atas kematian sejumlah warga di Gaza dan menolak resolusi yang diajukan Amerika Serikat (AS) untuk mengecam Hamas.

Sedikitnya 129 warga Palestina tewas ditembak militer Israel dalam demonstrasi di perbatasan Gaza pada akhir Maret. Tidak ada korban jiwa di pihak Israel.

Resolusi yang diajukan Aljazair dan Turki atas nama negara Arab dan Islam mendapatkan dukungan 120 negara dari 193 negara di Majelis Umum dengan 8 negara menolak dan 45 abstain.

Adapun resolusi yang diajukan AS mengecam Hamas yang memicu kekerasan di perbatasan Gaza gagal mendapatkan dukungan dua pertiga negara di Majelis Umum untuk diadopsi.

Berbicara di Majelis Umum, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengecam resolusi yang diadopsi itu sebagai bersikap bias terhadap Israel dan menuding negara Arab berusaha mendapatkan dukungan politik di negara masing-masing dengan mengecam Israel di PBB.

"Bagi beberapa negara, menyerang Israel merupakan olahraga politik kesukaan mereka. Itulah mengapa kita ada di sini hari ini," kata Haley.

"Saya harap semua yang mendukung resolusi sepihak ini mengeluarkan energi yang sama untuk mendesak Presiden Abbas kembali ke meja perundingan," imbuhnya.

Resolusi yang diadopsi Majelis Umum PBB itu menyebut Palestina menggunakan kekuatan berlebihan, tidak tepat, dan diskriminatif terhadap warga sipil Palestina.

Resolusi itu juga menyerukan agar warga sipil Palestina di Gaza dan Tepi Barat dilindungi.

Negara-negara Arab membawa resolusi itu ke Majelis Umum setelah AS menggunakan veto mereka di Dewan Keamanan untuk mengeblok resolusi itu pada 1 Juni.

Berbeda dengan di Dewan Keamanan, resolusi yang diadopsi Majelis Umum tidak mengikat dan tidak bisa diveto. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More