PLN Pastikan Lebaran Benderang Tanpa Pemadaman

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 00:32 WIB Ekonomi
no-image.jpg

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memastikan pelayanan listrik prima selama Idul Fitri tahun ini. Mereka berjanji tidak akan ada pemadaman pada momen tersebut. 

"Kita tidak ingin hari kemenangan dinodai listrik padam. Maka kita sudah mempersiapkan supaya perayaan lebaran ini benderang. Dipastikan selama perayaan hari kemenangan itu tidak akan ada pemutusan listrik kecuali dalam kondisi emergency,” tegas General PLN Distribusi Jakarta Raya, M Ikhsan Asaad di Jakarta, Rabu (16/6).

Pada Lebaran menurutnya, konsumsi listrik di Jakarta mengalami penurunan sampai 40% akibat liburnya perkantoran dan industri.

Menurut dia, PLN telah mempersiapkan seluruh peralatan khusus untuk menjamin pasokan lstrik di tempat tertentu khususnya di Masjid Istiqlal. Mereka juga menyiagakan 1600 personel. 

Tak hanya Istiqlal, PLN telah mencatat 324 masjid yang tersebar di 16 area di wilayah distribusi Jakarta yang akan mendapatkan pengawasan khusus. 

Perlakuan serupa juga dilakukan terhadap empat lokasi pelanggan VVIP, misalnya istana Presiden dan kediaman Wakil Presiden. 

“Termasuk 13 lokasi yang terdapat kantor media massa,  pelanggan VVIP yakni Istana Presiden, rumah, istana serta rumah dinas Wakil Presiden, rumah sakit 11 lokasi, 6 lokasi yang terdiri dari bandara, stasiun dan terminal dan pelanggan VIP 282 lokasi," terangnya. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More