Kak Seto: Kehidupan Anak dari Teroris Harus Dipulihkan

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 00:03 WIB Humaniora
no-image.jpg

KEMENTERIAN Sosial akan melibatkan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPIA) dalam merehabilitasi anak-anak dari terduga pelaku teror bom di Surabaya dan Sidoarjo. Tujuh anak itu telah dibawa ke rumah aman milik Kementerian Sosial, pada Selasa (12/6).

Ketua LPIA Seto Mulyadi mengatakan mereka tersebut harus dikembalikan dalam dunia anak. Kehidupan mereka, ujarnya, harus dikembalikan seperti anak-anak normal lainnya setelah sebelumnya mereka mungkin terpapar kekerasan atau doktrinasi yang salah. 

"Ada suatu pandangan yang salah seolah-olah mereka tidak boleh bermain agar tidak mendapatkan indoktrinasi dengan berbagai hal yang berhubungan dengan kekerasan. Itu yang harus dipulihkan kembali, kondisi kejiwaannya. Memang harus dapat kasih sayang, seperti tidak mudan terpancing emosi,” ujar pria yang akrab disapa Kak Seto itu, ketika dihubungi, Rabu (13/6).

Hak-hak mereka seperti mendapat pendidikan dan bergaul bersama teman-teman juga harus dikembalikan segera.  "Kembalikan kepada hak anak untuk hidup," imbuhnya.

Pendekatan yang sebaiknya dilakukan, ujar Kak Seto, ialah mengajak mereka melakukan kegiatan yang khas anak-anak, bukan dengan cara yang terlalu serius bagi anak-anak.

“Seperti bermain, belajar, dan berinteraksi dengan anak-anak lain. Mendongeng, melakukan kegiatan atau permainan yang mengasah psikomotoriknya seperti permainan tradisional seperti layaknya anak-anak yang hidup dengan sehat. Kembalikan mereka kepada dunia yang penuh keceriaan," tuturnya.

Mengenai kurun waktu assesment dan layanan diberikan, menurutnya, tergantung pada tiga hal, yakni kondisi kepribadian anak, seberapa jauh tekanan seperti ajaran yang dipaksakan pada mereka sebelumnya, treatment psikologis yang diberikan sekarang.

“LPIA akan bekerjasama dengan himpunan psikologi Indonesia untuk bisa melakukan pendampingan psikologi. Kami akan segera koordinasi dengan Kementerian Sosial," pungkasnya. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More