Amerika Utara Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 23:37 WIB Sepak Bola
no-image.jpg

TEKA-teki tuan rumah Piala Dunia 2026 terjawab sudah setelah Kongres FIFA di Moskow pada Rabu (13/6) sepakat memilih Amerika Utara. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi tuan rumah bersama dalam edisi Piala Dunia ke-23, seusai mengalahkan Maroko dalam pemilihan.

Amerika Utara dinilai lebih menjanjikan untuk menggelar ajang empat tahunan tersebut. Terlebih untuk kali pertama FIFA akan meningkatkan jumlah kontestan menjadi 48 tim dari sebelumnya 32 tim.

Sekitar 67% atau 134 anggota FIFA sepakat untuk tak mempertaruhkan penyelenggaran Piala Dunia 2026 kepada Maroko yang hasil verifikasinya ‘berisiko tinggi’. Sedangkan, sisanya menjatuhkan pilihan kepada negara Afrika Utara tersebut. Ini menjadi kegagalan kelima kalinya bagi Maroko dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia.

“Ini menjadi sedikit emosional bagi Amerika Serikat,” kata Presiden Federasi Sepak bola Amerika Serikat (USSF) Carlos Cordeiro.

“Terima kasih banyak untuk kebanggan yang luar biasa. Terima kasih telah percaya untuk kami dengan segala keuntungan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026,” imbuhnya.

Kendati demikian, kemenangan gabungan negara-negara Amerika Utara ini tetap diwarnai anggapan adanya tekanan politik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump sempat mengeluarkan ancaman akan memotong dana bantuan Amerika Serikat jika Maroko terpilih.

Akan tetapi, tawaran Amerika Utara sangat menggiurkan karena menjanjikan keuntungan sebesar 8 juta pounds atau senilai Rp 143 triliun kepada FIFA. Hal itu yang tidak dimiliki Maroko dalam tawarannya. Mereka hanya menjanjikan pembangunan dan merenovasi 14 stadion yang digunakan. (eurosport/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More