Kecelakaan Kapal di Makassar, Pencarian Korban Digencarkan

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 23:28 WIB Nusantara
no-image.jpg

KAPAL Patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) milik Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar terus mencari korban tenggelamnya kapal nelayan KM. Arista di perairan Pulau Khayangan sekitar Makassar, yang belum ditemukan. 

Kepala Syahbandar Utama Makassar Victor Viki Subroto mengatakan bahwa hingga pukul 18.00 WITA, dua unit Kapal Patroli KPLP yang telah tergabung dengan tim SAR terus melakukan pencarian korban.

"Kapal KM. Arista jenis Jolloro dengan berat GT.6 bertolak dari Pelabuhan Paotere pada (13/6) pukul 13.30 WITA dengan tujuan Pulau Barrang Lompo dan tenggelam di perairan Pulau Khayangan," kata Victor dalam keterangan pers, Rabu (13/6).

Dia menegaskan bahwa kapal biasanya memuat ikan, tapi pada saat kejadian kapal itu mengangkut penumpang yang akan berbelanja keperluan Lebaran ke Makassar.

"Tentunya karena KM. Arista itu bukan kapal penumpang maka tidak ada manifest penumpang sehingga kapal tersebut berangkat tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan berangkatnya tanpa sepengetahuan kami selaku regulator di Pelabuhan," ujar Victor.

Victor menyesalkan kejadian tersebut terjadi, mengingat selama ini pemerintah terus menerus menyosialisasikan pentingnya keselamatan pelayaran kepada masyarakat.

"Tentunya kami prihatin dan menyampaikan turut berduka cita atas jatuhnya korban tenggelamnya kapal KM. Arista."

Adapun jumlah penumpang yang diangkut belum dapat dipastikan namun informasi dari pemilik kapal pada saat itu memuat sekitar 30 penumpang.

"Kami tidak tahu berapa kepastian jumlah penumpang yang diangkut oleh kapal tersebut karena tidak adanya manifest. Namun demikian, kami terus melakukan pencarian korban kapal tersebut yang belum ditemukan," ujar Victor.

Dia pun mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap aspek keselamatan kapal-kapal di Pelabuhan Makassar. Tidak ada toleransi terhadap kekurangan dalam aspek keselamatan pelayaran yang musti dipenuhi sebelum berangkat.

"Semoga ke depan tidak lagi ada kecelakaan serupa. Tidak bosan-bosannya kami memberitahukan kepada masyarakat agar selalu taati peraturan, jangan menggunakan kapal yang bukan peruntukannya dan laporkan kepada petugas di lapangan bila ditemukan adanya kendala atau permasalahan," kata Victor. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More