Calo untuk FK UIN Ditangkap

Penulis: (DA/J-3) Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 07:20 WIB Megapolitan
Calo untuk FK UIN Ditangkap

Thinkstock

JAJARAN Kepolisian Resor Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap penipu dengan modus membantu memasukan calon mahasiswa di universitas negeri lewat jalur khusus. Tak tanggung-tanggung, pelaku meraup uang hingga ratusan juta rupiah kepada tiap korbannya.

FIA, 44, ditangkap petugas setelah adanya laporan dua korbannya ke polisi. Kedua korban masing-masing dipatok Rp150 juta oleh pelaku sebagai jasa untuk memasukkan anaknya di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pelaku meyakinkan korbannya dengan menyertakan surat perjanjian dengan kop UIN Syarif Hidayatullah. Surat tersebut dibuat seolah sebagai ikatan perjanjian antara kedua belah pihak menyangkut jasa penerimaan lewat jalur khusus dan besaran nominal biaya yang dikeluarkan pemohon.

Dari fisik surat perjanjian yang diterima Media Indonesia, memang terlihat resmi. Surat berkop UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menerangkan bahwa korban sudah me­nyetorkan uang sebesar Rp150 juta kepada pelaku.

Di dalamnya juga berisi perjanjian bahwa korban harus kembali menyetorkan uang sebesar Rp91 juta, jika anaknya dinyatakan lulus ­dalam seleksi penerimaan mahasiswa ­Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Uang tersebut dikutip dengan dalih biaya masuk pertama perkuliahan.

“Pelaku menjanjikan kepada korban dapat memasukkan anaknya ke Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah melalui jalur khusus. Ada dua korbannya. Jadi, kerugian sebesar Rp300 juta untuk peng­ungkapan kali ini,” ungkap Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Ferdi Irawan, kemarin. (DA/J-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More