Saat Ditinggal Kencing, Mobil Pemudik Disatroni Waria

Penulis: Gana Buana Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 20:59 WIB Megapolitan
Saat Ditinggal Kencing, Mobil Pemudik Disatroni Waria

Ilustrasi--thinktsock

SEKELOMPOK waria menerobos kemacetan di tol Jakarta-Cikampek, Rabu (13/6) sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka menggasak sejumlah ponsel dan uang tunai milik pengemudi di sekitar ruas wilayah Bekasi Barat.

Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Indarto mengatakan salah satu korban, Habib Mustopa, pemudik dari Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa bermula ketika korban tujuan Semarang, Jawa Tengah, itu berhenti di pinggir tol Bekasi Barat ingin buang air kecil dan mengisi air radiator.

“Sebelum turun korban memang tahu ada segerombolan Waria tengah berkumpul di pinggir tol,” kata Indarto, Rabu (13/6).

Namun, menurut Indarto, korban memang tidak menaruh rasa curiga. Korban lalu pergi meninggalkan mobil beserta istri dan anaknya yang sedang tidur di dalam mobil.

Sebelum Mustopa kembal ke mobil ada seorang waria yang mengetok kaca mobil, dan meminta sebatang rokok. Korban pun bergegas kembali ke mobilnya, waria pun berbegas kabur.

“Saat dicek korban melihat sebuah telepon genggamnya hilang, dan sejumlah uang dengan total Rp100 ribu," ujarnya.

Indarto mengatakan, korban melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi di Mega Bekasi Hypermall. Polisi lalu ke lokasi dan melihat gerombolan waria berlarian ketakutan. Polisi curiga bahwa mereka yang beroperasi itu tinggal di Kampung Rawabambu, belakang Mega Bekasi Hypermall.

Polisi lalu menyisir kampung yang banyak ditinggali waria. Dengan suara nada tinggi, petugas pun meminta para pelaku mengaku dan akhirnya pelaku ketahuan.

“Pelaku akhirnya mengaku, mereka adalah Marsha Goni dan kawannya. Pelaku kabur ketakutan sambil mengembalikan sebuah ponsel dan uang Rp100 ribu milik pemudik,” tandas dia. (X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More