Spanduk Ilegal Ditertibkan

Penulis: (KG/J-3) Pada: Kamis, 14 Jun 2018, 05:20 WIB Megapolitan
Spanduk Ilegal Ditertibkan

ANTARA FOTO/Septianda Perdana

PETUGAS Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menertibkan spanduk tidak berizin/ilegal dan berisi pesan provokatif di beberapa titik jalan daerah itu. Penertiban tersebut untuk menjaga kerukunan dan kedamaian Idul Fitri 1439 Hijriah atau bertepatan dengan tahun Masehi 2018.

Disamping itu, Pemerintah Kota Depok tak ingin kejadian seperti peristiwa 27 April 2018 terulang. Puluhan spanduk dan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berkibar di Kota Depok, bertepatan hari ulang tahun (HUT) Ke-19. Di beberapa spanduk tersebut berisi pesan khilafah Islamiyah.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto Arianto mengungkapkan kegiatan bersih-bersih terhadap spanduk liar dilakukan untuk mengurangi kesemrawutan, khususnya di Jalan Protokol, Jalan provinsi, dan Jalan kota yang setiap hari lalu-lalang kenderaan .

"Kita tidak ingin ada penyusup memasang spanduk provokatif, spanduk ilegal dalam perayaan Idul Fittri 1439 Hijriah. Seperti peristiwa yang terjadi di dalam HUT ke-19 Kota Depok, 27 April lalu," kata Yayan, kemarin.

Yayan mengatakan penertiban itu dilakukan berdasarkan Perda Nomor: 16/2018 tentang Ketertiban Umum di wilayah Kota Depok. Dari penertiban spanduk dan bendera yang dilakukan di Jalan Nusantara, Pancoran Mas, Rabu (13/6), petugas menangkap seorang remaja saat hendak mesang spanduk. "Spanduk berukuran panjang 6 meter, lebar 1,5 meter, isinya provokatif milik salah satu ormas terlarang," ujar Yayan.

Disebutnya, saat pemuda tersebut di interogasi di Markas Satpol PP Balai Kota Depok, tidak mau berbicara. Pelaku juga tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP).

Yayan berharap, penertiban ini bisa dipahami pemilik spanduk yang dipajang sepanjang jalan protokol, tanpa izin spanduk akan ditertibkan. Pihaknya berkoordinasi dengan dinas perizinan untuk menertibkan spanduk ilegal. Saat ini penertiban masih berkutat di pusat kota, dalam beberapa hari ke depan pinggiran dan kawasan perbatasan kota juga disisir untuk ditertibkan.

"Kita akan terus menertibkan spanduk dan bendera liar yang merusak estetika keindahan Kota Depok," tegas Yayan.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More