Mudik Tahun Ini Dinilai Lebih Baik

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 19:45 WIB Ekonomi
Mudik Tahun Ini Dinilai Lebih Baik

ANTARA

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan perjalanan mudik tahun ini dapat dipastikan lebih lancar dibandingkan tahun lalu. Beberapa titik rawan telah dapat diatasi dengan baik melalui rekayasa lalu lintas.

"Jalur mudik ini akan berlangsung lebih baik dari tahun lalu dimana jarak tempuh dari Jakarta ke Semarang kurang lebih 8-9 jam, Jakarta ke Solo 10-12 jam," papar Budi di kementerian Perhubungan, Jakarta. Rabu (13/6)

Menurut dia, beberapa titik rawan kemacetan seperti Cikarang Utara, Kertajati, Kalikuto dan Kalikenteng lancar berkat rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan satu jalur.

"Selain jalur darat, kita juga mencatat kinerja yang baik dari matra yang lain,yakni udara tercatat pemudik yang keluar Jakarta naik 15% dari tahun sebelumnya dari yang kita rencanakan 4%, laut okupansi 90% dari 30 ribu kursi yang kita persiapkan," tuturnya.

Untuk arus balik, lanjut dia, pihaknya telah mengidentifikasi titik-titik rawan, salah satunya jalur tol Trans-Jawa titik di KM108-130. "Mengingat pemerintah harus jamin masyarakat itu balik dengan baik, maka kita akan tambah 2 titik rest area di situ," ujarnya.

Sedangkan, perkiraan puncak arus balik ialah 19-20 Juni. "Saya imbau masyarakat balik sebelum atau setelah itu," katanya.

Selain tol, menurutnya, masyarakat dapat menggunakan jalur Pantai Utara dan Selatan yang sudah sangat laik dilalui sebagai jalur. "Hal lain, Kami juga lihat jalan pantura bagus sekali," tutupnya. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More