Korban Tewas Kapal Tenggelam di Makassar Bertambah Jadi 14 Orang

Penulis: Lina Herlina Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 19:24 WIB Nusantara
Korban Tewas Kapal Tenggelam di Makassar Bertambah Jadi 14 Orang

Ilustrasi

JUMLAH korban tewas dalam peristiwa tenggelamnya kapal penyeberangan antarpulau, KM Arista, bertambah menjadi 14 orang. Kapal itu tenggelam pada Rabu (13/6) sekitar pukul 12.45 WITA, saat berlayar dari Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Tamalate, menuju Pelabuhan Paotere, Makassar.

Informasi terkini dari Pejabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono yang memantau langsung ke RS Jala Ammari menyebutkan, jumlah penumpang kapal lebih banyak dari yang dilaporkan sebelumnya.

Berdasarkan daftar yang dilaporkan jumlah penumpang 37 orang. Namun berdasarkan penghitungan pascakecelakaan, korban yang selamat 24, korban meninggal dunia 14 orang, dan masih ada tujuh orang yang sedang dalam proses evakuasi.

"Saya kira terlepas dari itu, penangan korban yang lebih diutamakan, karena kan kejadiannya jelas tenggelam dan sudah ditangani sepenuhnya oleh TNI-Polri, basarnas dan pihak terkait," ujarnya.

Menurut Soni, sekitar pukul 20.00 WITA nanti, delapan jenasah akan dipulangkan ke Pulau Barrang Lompo dengan kondisi tidak dikafani, berdasarkan permintaan keluarga.

"Jam segitu karena ombak masih tinggi sekarang, tapi tetap menunggu cuaca bersahabat baru menyenerangkan jenazah," lanjutnya.

Para korban dan keluarga korban yang meninggal, menurut Soni, akan menerima santunan dari Jasa Raharja dan bantuan dari Pemerintah Kota Makassar.

"Saya berharap kondisi ini tidak terulang lagi. Harus ada edukasi agar tidak membawa penumpang melebih kapasitas. Karena kapalnya kan bukan kapal penumpang umum, sehingga tidak ada manifest, jadi menerka saja. Intinya kedepan, mengangkut harua sesuai kapasitas, karena untul keselamatan," pungkas Soni.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, kapal tenggelam masih di wilayah perairan Makassar. Proses evakuasi dilakukan personel Direktorat Polair dan Polres Pelabuhan, Basarnas dengan menggunakan kapal bawah kendali operasi (BKO) Baharkam Polri. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More