Kapal Pesiar MV Sun Princess Bawa Wisatawan ke Lombok

Penulis: Yusuf Riaman Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 19:16 WIB Humaniora
Kapal Pesiar MV Sun Princess Bawa Wisatawan ke Lombok

Ist

KAPAL pesiar mewah MV Sun Princess yang membawa 2.069 wisatawan lego jangkar di area Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (12/6) pukul 07.00 Wita.

Kapal berbendera IMO (International Maritime Organization) ini dinahkodai Capt John Paul Bryant serta dibantu 864 anak buah kapal (ABK) berangkat dari Fremantle Australia tujuan Port Klang, Malaysia.

Para penumpang kapal MV Sun Princess tersebut turun menggunakan kapal Marina Srikandi dan speedboat menuju lending area di Pelabuhan Nusantara Pelindo III, Lembar, pada pukul 08.00 Wita.

Mereka disambut secara khusus yang diiringi tabuhan gambelan kesenian khas Lombok, Gendang Beliq dan tarian khas Lombok.

Pihak agen trevel Lombok Paradise menyiapkan 27 bus untuk membawa wisatawan. Tamu yang sudah terdaftar di agen Lombok Paradise yang ikut tour sebanyak 633 orang.

Mereka selanjutnya melakukan perjalanan wisata dengan tujuan Sekotong Lombok Barat, Kuta Lombok Tengah, dan Mataram Mall, Senggigi, melihat kerajinan tenun Sukarare, kerajinan Gerabah Banyu Mulek, Taman Narmada, Sesela, dan Kuta Lombok, Museum Mataram, Serathon, Gili Trawangan.

Sebelumnya, kapal pesiar MV Costa Luminosa asal Italia yang berlayar dari Singapura juga singgah di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat pada Rabu (14/3) lalu, dan menurunkan sebanyak 1.677 wisatawan asing yang hendak melancong ke sejumlah destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal mengatakan, sebelumnya sudah ada beberapa kapal pesiar yang mampir dan menurunkan penumpang di Lembar, "Mereka kemudian berkunjung ke sejumlah lokasi wisata," katanya.(X-10)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More