Pascakematian Gajah Bunta, Pengelola Konservasi Dipanggil Menteri LHK

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 19:04 WIB Humaniora
Pascakematian Gajah Bunta, Pengelola Konservasi Dipanggil Menteri LHK

Ist

MENTERI LHK Siti Nurbaya mengatakan, akan melakukan pemanggilan pengelola konservasi atau Conservation Respon Unit (CRU) yang ada di seluruh Indonesia untuk mengetahui kondisi pengamanan di sana. Hal itu dilakukan pascakematian gajah bernama Bunta di Aceh Timur yang diduga akibat perburuan gading.

"Nanti kita panggil aja. Kita cek banget itu. Karena satu CRU itu manajemennya tidak banyak juga personelnya dan sangat terbatas," ujar Siti saat ditemui di Cikarang, Rabu (13/6).

Ia mengatakan, pemanggilan direncanakan dilakukan segera setelah Lebaran. Langkah pemanggilan dilakukan demi mencegah kembali terjadinya kasus perburuan satwa liar di kawasan yang harusnya aman bagi satwa tersebut.

Nantinya, kata Siti, akan dilakukan penguatan pengamanan di wilayah CRU. Ia mengatakan pengawasan pengamanan di waktu lalu, agak terabaikan.

"Nggak intensif. Sekarang kan bermunculan terus masalahnya. Jadi harus diperbaiki manajemen dan lain lain," ujar Siti.

Secara keseluruhan di Aceh terdapat sebanyak tujuh CRU gajah. Unit itu dibentuk dengan dukungan mitra-mitra pemerintah untuk mengatasi mitigasi konflik di Aceh timur, Utara, Pidi, Aceh jaya, Aceh barat, dan Aceh Selatan.

Di Aceh, penyebaran gajah terdapat di 19 kabupaten dari 23 kabupaten kota yang ada. Penyebaran terbagi di hutan konservasi 25 persen, di hutan lindung hutan produksi 55 persen. Sisanya di areal-areal umum. Jumlah populasi gajahnya di Aceh menurut survei tahun 2017 dari BKSDA Aceh ada 539 ekor.

Sebelumnya, penasehat Forum Konservasi Eksistem Leuser, Rudi Putra mengatakan, kondisi selama ini di CRU Aceh Timur--tempat Bunta ditemukan tewas, memang cederung rentan terhadap keselamatan gajah. Hal itu terutama karena jauhnya sumber pakan alami yang bisa didapatkan dari pusat areal CRU.

"Menurut saya memang rentan bila gajah diikat agak jauh dari kamp, cuma karena kondisi pakan yang diberikan sangat terbatas maka gajah-gajah tersebut perlu diletakan ditempat yang ada pakan alaminya yang sayangnya agak jauh dari kem. Kakau tidak gajah bisa kekurangan asupan makanan," ujar Rudi.

Rudi mengatakan, peningkatan keamanan kawasan konservasi perlu ditingkatkan dengan aturan yang lebih jelas dan detail. Hal itu untuk mencegah terjadinya perburuan hewan liar dan dilindungi.

Ia juga mengatakan, perburuan di areal CRU memang kerap terjadi. Tidak hanya di CRU Aceh Timur, tetapi juga di berbagai wilayah Sumatera. Kerentanan itu ditambah dengan karakter gajah jinak yang mudah didekati manusia. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More