Tina Browne, Perempuan Pertama Diunggulkan Pimpin Kepulauan Cook

Penulis: Irene Harty Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 17:55 WIB Internasional
Tina Browne, Perempuan Pertama Diunggulkan Pimpin Kepulauan Cook

AFP PHOTO / ANGELA WEISS

DUA hari jelang pemilihan umum, untuk pertama kalinya perempuan difavoritkan sebagai perdana menteri di Kepulauan Cook, Selasa (12/6). Menurut jajak pendapat negara di selatan Samudra Pasifik itu, Tina Browne diunggulkan menjadi perdana menteri perempuan pertama.

Browne mengaku terkejut dengan dukungan pribadinya dan prospek menjadi pemimpin perempuan pertama Kepulauan Cook.

"Fakta yang sangat menarik bahwa saya seorang pemimpin perempuan telah menjadi titik pembicaraan. Saya telah memimpin bisnis saya sendiri dan beberapa organisasi selama beberapa tahun sehingga saya tidak selalu menganggap diri sebagai pemimpin perempuan, tetapi hanya sebagai seorang pemimpin," jelasnya.

Sebuah jajak pendapat di negara kepulauan Pasifik berpenduduk 18.000 orang itu membuat oposisi Browne mendapatkan 29% dukungan sebagai pemimpin.

Perdana Menteri saat ini, Henry Puna dari Partai Kepulauan Cook (CIP) hanya menerima 22% suara dalam jajak pendapat yang mana 28% belum memutuskan.

Meskipun dukungan populer untuk Browne, jalurnya ke puncak tidak dijamin karena CIP yang menjabat selama dua periode berturut-turut, sedikit lebih disukai untuk tetap berkuasa.

Jajak pendapat Cook Islands News menempatkan 32% dukungan untuk CIP dan 30% untuk Partai Demokrat Browne dengan 15% yang belum diputuskan.

Jajak pendapat itu juga mengungkapkan kesalahan manajemen keuangan dan korupsi dipandang sebagai masalah yang paling mendesak saa ini diikuti dengan masalah kesehatan dan infrastruktur.

Ada 58 kandidat dan total 24 kursi yang diperebutkan untuk masa jabatan empat tahun parlemen berikutnya. (AFP/X-10)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More