Lebaran, Okupansi Hotel di Jakarta Turun 70%

Penulis: Erandhi Hutomo Saputra Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 17:15 WIB Ekonomi
Lebaran, Okupansi Hotel di Jakarta Turun 70%

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

MOMEN libur Lebaran menyebabkan masyarakat Jabodetabek berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya masing-masing. Hal itu membuat jalanan di ibu kota tampak lengang dari biasanya, begitu pula yang terjadi di hotel-hotel di Jakarta.

Salah satu hotel di Jakarta, Hotel Dafam Teraskita Jakarta yang berada di daerah Cawang, Jakarta Timur merasakan penurunan okupansi (hunian) saat libur lebaran tahun ini. Public Relation Manager Hotel Dafam Teraskita Jakarta, Imanuelia Kristi mengatakan, penurunan tingkat okupansi selama libur lebaran kali ini mencapai 70% dibandingkan hari biasa.

"Kalau okupansi jelas lebih turun karena customer dan klien pada mudik, jadi lebih berkurang dibandingkan hari biasa sampai 70%," ujar Kristi saat ditemui Media Indonesia di Jakarta, Rabu (13/6).

Menurut Kristi, penurunan okupansi pada saat libur lebaran itu merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahunnya.

"Kalau hotel (di Jakarta) setiap libur lebaran dan long weekend pasti turun," ucapnya.

Mesti hal yang biasa, namun pihaknya memiliki strategi agar masyarakat yang tidak mudik masih tertarik untuk menginap di hotel dengan berbagai promo.

"Untuk lebaran kita biasanya di hari biasa hanya kamar dan breakfast itu kita tambah benefitnya misal hari Jumat ada barbeqeu kita tambah ada dua pilihan mau barbeque atau brunch," tukasnya.

Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan momen piala dunia dengan mengadakan nonton bareng. Diharapkan hal itu bisa meningkatkan penjualan untuk food and beverage (F&B).

Kristi menyebut okupansi hotel akan kembali normal pada awal Juli seiring banyaknya perusahaan dan instansi pemerintah yang mengadakan halal bihalal. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More