Kapal Penyeberangan di Makassar Tenggelam, 13 Orang Tewas

Penulis: Lina Herlina Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 16:42 WIB Nusantara
Kapal Penyeberangan di Makassar Tenggelam, 13 Orang Tewas

Pusdalops BPBD Prov Sulawesi
Proses evakuasi korban kecelakaan KM Arista di Makassar

KAPAL penyeberangan antarpulau, KM Arista mengalami kecelakaan dan tenggelam, Rabu (13/6) sekitar pukul 12.45 WITA, saat berlayar dari Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Tamalate, menuju Pelabuhan Paotere, Makassar. Sejauh ini, 13 orang dilaporkan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengatakan, kapal tenggelam masih di wilayah perairan Makassar, dengan mengangkut penumpang sekitar 70 orang.

"Personel Direktorat Polair dan Polres Pelabuhan, Basarnas dengan menggunakan kapal bawah kendali operasi (BKO) Baharkam Polri, sudah melakukan evakuasi terhadap korban yang selamat dan juga meninggal dunia," jelas Dicky.

Menurut Dicky, dari data yang dihimpun, kapal tersebut dinahkodai oleh Kila. Sedangkan penumpang yang ditemukan berjumlah 37 orang, 24 di antaranya selamat sedangkan 13 orang lainnya meninggal dunia.

Korban yang dirawat di Rumah Sakit Jala Ammari, TNI AL sebanyak 23 orang.  Delapan di antaranya meninggal dunia. Selain itu ada pula korban yang dirawat di Rumah Sakit Jauri Akademis, semuanya dalam kondisi selamat.

"Selain yang di rumah sakit, ada juga lima korban meninggal dunia yang bawa ke Pulau Barrang Lompo, hanya saja identitas belum diketahui," pungkas Dicky. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More