Sampah Warga Jakarta Meningkat Selama Ramadan

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 16:22 WIB Megapolitan
Sampah Warga Jakarta Meningkat Selama Ramadan

MI/Bary Fathahilah

DINAS Lingkungan Hidup (LH) Jakarta mencatat adanya peningkatan volume sampah warga selama Ramadan 2018. Peningkatan tonase sampah selama Ramadan berkisar 289 ton/hari atau sekitar 4% dari hari biasa.

Kepala Dinas LH Isnawa Adji mengatakan, rata-rata tonase sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sebelum Ramadan yakni sejak Januari hingga Mei 2018, berjumlah 7.710 ton per hari. Sedangkan rata-rata tonase sampah selama Ramadan, terhitung mulai 1 hingga 26 Ramadan, berkisar 7.999 ton per hari.

"Peningkatan tersebut disebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat dengan meningkatnya konsumsi pada waktu berbuka puasa dan waktu sahur," ujar Isnawa.

Isnawa menuturkan jenis sampah yang mengalami peningkatan itu sebagian besar ialah sampah rumah tangga, seperti sayur-mayur, buah-buahan, plastik serta pembungkus makanan lainnya.

"Walaupun ada peningkatan timbunan sampah saat bulan Ramadan, keadaan demikian akan berbalik turun saat pra dan pasca Lebaran (H-6 hingga H+6 Lebaran), mengingat sudah dimulainya cuti bersama dan libur Lebaran. Saat itu banyak warga yang pergi mudik," tutur Isnawa.

Dinas LH Jakarta memperkirakan puncak tonase penanganan sampah akan terjadi pada H+7, H+8, H+9  dan H+10 Lebaran. Setelah itu, akan kembali ke rata-rata timbunan normal. Peningkatan tonase tersebut disebabkan sebagian besar warga Jakarta telah kembali dari kampung halamannya masing-masing.

"Kemudian, tukang gerobak yang sempat mudik juga sudah kembali bertugas, sehingga tumpukan-tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah rumah tangga mulai dikirim ke tempat penampungan sementara (TPS)," ungkap Isnawa. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More