Latihan Militer AS-Korsel Disetop Trump, Jepang: Latihan Itu Vital untuk Keamanan Regional

Penulis: Irene Harty Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 15:20 WIB Internasional
Latihan Militer AS-Korsel Disetop Trump, Jepang: Latihan Itu Vital untuk Keamanan Regional

AFP

JEPANG pada Rabu (13/6), mengingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa latihan militer dengan Korea Selatan (Korsel) penting dan vital untuk keamanan regional.

"Latihan dan militer AS yang ditempatkan di Korsel memainkan peran penting dalam keamanan Asia Timur," ungkap Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera.

"Saya berharap untuk berbagi pemikiran ini antara Jepang dan AS, atau antara Jepang, AS, dan Korea Selatan," katanya.

Para ahli keamanan memperingatkan bahwa pengurangan kehadiran militer AS di Asia Timur akan mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan itu karena Tiongkok membangun militernya dengan cepat.

Onodera mengatakan kebijakan Jepang tetap tidak berubah setelah pertemuan Trump-Kim.

"Tidak ada perubahan dalam kebijakan kami menempatkan tekanan pada Korea Utara," lanjutnya.

Dia pun menambahkan bahwa Jepang ingin tindakan nyata dari Korut atas ambisi nuklir dan rudalnya, serta pada isu warga Jepang yang diculik sejak satu dekade lalu.

Pada Selasa (12/6), Trump mengejutkan pengamat dengan mengatakan latihan militer AS-Korsel dihentikan setelah bertemu dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un.

"Kami akan menghentikan latihan perang, yang akan menghemat sejumlah besar uang, kecuali kami melihat negosiasi masa depan tidak berjalan seperti seharusnya," kata Trump.

"Plus, saya pikir itu sangat provokatif," tambahnya seraya mengatakan pada suatu titik dia ingin menarik pasukan AS dari Korsel tanpa kejelasan waktu.

AS menempatkan sekitar 30.000 pasukan di Korsel untuk melindunginya dari Korut sejak serangan 1950 dan berakhir dengan gencatan senjata 1953.

Baik komandan militer Seoul dan AS di Korsel mengindikasikan mereka tidak tahu hal itu akan diumumkan. Dalam editorial surat kabar Korsel, Korea Herald menyebut hal itu menimbulkan kekhawatiran. (AFP/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More