Layanan Haji Ditingkatkan

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 15:07 WIB Humaniora
Layanan Haji Ditingkatkan

MI/Susanto

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menyatakan persiapan ibadah haji 2018 sudah siap. Persiapan layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi secara keseluruhan disebut sudah mencapai 95%.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pelayanan haji 1439 Hijriah tahun ini juga diikuti sejumlah inovasi peningkatan layanan antara lain rekam biometrik, kode QR, akomodasi satu musim penuh.

"Ini merupakan upaya pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan bagi jemaah. Harapannya mereka bisa beribadah dengan tenang, memperoleh kemabruran, serta kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat," ucapnya.

Dia mengatakan rekam biometriks jemaah saat ini bisa dilakukan pada semua embarkasi haji di Indonesia. Rekam biometrik mencakup data 10 sidik jari dan foto wajah jemaah. Terobosan itu, lanjutnya, agar bisa memotong antrean dan masa tunggu yang sangat panjang saat pemeriksaan imigrasi, baik di Bandara Madinah maupun Bandara Jeddah.

"Sebelumnya antrean bisa memakan 4-5 jam. Tahun ini diharapkan antrian jemaah di kedua bandara di Saudi itu hanya sekitar satu jam," jelasnya.

Dengan rekam biometrik yang bisa dilakukan di Indonesia, jemaah setibanya di bandara Madinah atau Jeddah tinggal melakukan proses verifikasi akhir berupa perekaman satu sidik jari dan stempel paspor kedatangan.

Khusus embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG), Jakarta- Bekasi (JKS), dan Surabaya (SUB), seluruh proses imigrasi, baik biometrik maupun verifikasi bisa dilakukan di Indonesia. "Jadi sampai bandara di Madinah atau Jeddah, jemaah yang berangkat dari tiga embarkasi ini bisa langsung menuju bus untuk diantar ke hotel," imbuhnya.

Terkait dengan kode QR pada gelang jemaah, gelang berisi rekam data identitas yang dapat diakses melalui aplikasi haji pintar. Itu dimaksudkan untuk memudahkan petugas haji dalam mengidentifikasi dan membantu jemaah yang membutuhkan pertolongan.

Mengenai sistem sewa akomodasi satu musim penuh di Madinah, Lukman menegaskan hotel menjadi hak jemaah Indonesia secara penuh dan tidak dibagi dengan negara lain. Selama ini, sistem sewa seperti itu hanya diterapkan di Mekkah.

"Dengan begitu, pemindahan jemaah dari Madinah ke Mekkah atau sebaliknya dapat memperhatikan kenyamanan jemaah. Kita tidak lagi khawatir dengan masalah batas waktu tinggal di hotel, seperti pada sistem blocking time."

Untuk urusan konsumsi, Kemenag meminta perusahaan katering untuk menggunakan bumbu masakan dan juru masak asal Indonesia. Layanan katering bagi jemaah selama di Makkah juga ditambah dari sebelumnya hanya 25 kali menjadi 40 kali. Adapun dana living cost sebesar SAR 1.500 tetap diberikan penuh sehingga bisa digunakan jemaah untuk keperluan lain.

Kementerian Agama mencatat kuota haji tahun ini sebanyak 221 ribu orang dengan rincian 204 ribu jamaah haji reguler dan 17 ribu jamaah haji khusus. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More