Pasukan Oranye Tetap Bertugas Saat Lebaran

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 14:41 WIB Megapolitan
Pasukan Oranye Tetap Bertugas Saat Lebaran

ANTARA

PETUGAS kebersihan Dinas Lingkungan Hidup alias pasukan oranye tetap bertugas selama Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, tidak boleh ada kekosongan petugas kebersihan selama Lebaran, khususnya di wilayah Ring 1, Jakarta Pusat.

"Hanya sekitar 10% petugas yang mudik pada Lebaran kali ini, sisanya tetap bertugas,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji, Rabu (13/6)

Dinas membolehkan sebagian kecil pasukan oranye mengambil cuti setelah dilakukan pendataan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan penempatan petugas di masing-masing wilayah.

"Khusus wilayah Jakarta Pusat pada hari H semua petugas disiagakan karena merupakan kawasan ring 1,” kata Isnawa.

Menurutnya, saat libur Lebaran jumlah timbunan sampah cenderung menurun secara umum. Sampah menumpuk di tempat-tempat tertentu saja, salah satunya, lokasi digelarnya solat Id dan tempat wisata.

Sebagai bentuk antisipasi khusus penanganan kebersihan di pusat-pusat keramaian pada malam takbiran, 726 lokasi Sholat Ied, dan tempat-tempat wisata, dinas mengoptimalkan roadsweeper (mobil penyapu jalan otomatis), truk sampah compactor dan kendaraan lintas atau patroli sampah untuk menyisir timbulan-timbulan sampah di Ibu Kota.

Selain itu, dinas juga membuat jadwal piket para pejabat selama libur Lebaran untuk memastikan penanganan kebersihan di darat, badan air dan tempat pengolahan sampah tetap berjalan optimal. Dinas juga mendukung operasional seperti unit storing kendaraan dan petugas bengkel juga tetap bertugas.

"Dinas LH juga memantau kondisi di lapangan melalui Command Center, sehingga pengendalian penanganan sampah Ibukota tetap berjalan dan terpantau," lanjut Isnawa. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More