Ini Tahapan Penanganan Anak Terduga Pelaku Teroris oleh Kemensos

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 13:55 WIB Humaniora
Ini Tahapan Penanganan Anak Terduga Pelaku Teroris oleh Kemensos

PROSES rehabilitasi sosial terhadap tujuh anak dari terduga pelaku bom di Surabaya dan Sidoarjo sudah mulai dilakukan. Tahapan pertama dari proses tersebut ialah terkait pendidikan, termasuk ideologi dan nilai nasionalisme.

"Proses rehabilitasi sosial di Kemensos merupakan kelanjutan dari tahapan rehabilitasi medis. Tujuannya untuk menguatkan berbagai fungsi sosial yang dapat saja mengalami hambatan," terang Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial Nahar ketika dihubungi Media Indonesia, hari ini.

Tahapan selanjutnya, ujar Nahar, ialah konseling tentang bahaya terorisme, rehabilitasi sosial, dan pendampingan sosial.

Setelah menjalani proses rehabilitasi sosial oleh Kemensos, menurutnya, perlu disiapkan pengasuhan alternatif dari kerabat terdekat atau pihak yang dianggap tepat.

Adapun target akhir layanan, ujar Nahar, semua anak diharapkan bisa kembali ke keluarga atau orang tua pengganti tersebut sehingga mereka dapat hidup wajar di tengah masyarakat.

"Yang semula tidak sekolah harus diberikan pilihan untuk bisa disiapkan dapat menerima pendidikan. Supaya mereka kembali dan pemulihan fungsi-fungsi sosial lainnya," terang Nahar.

Hambatan
Ia menjelaskan, dalam proses rehabilitasi, anak-anak tersebut masih mengalami tekanan-tekanan secara psikologis. Itu mengakibatkan anak sering diam, menyendiri, atau bahkan mengalami ketakutan. sehingga dapat dibantu pemulihannya.

Proses rehabilitasi sosial membutuhkan waktu yang tidak dapat ditentukan. Ia tidak dapat mengatakan sampai kapan pelayanan akan diberikan karena itu akan sangat tergantung dari proses pendampingan hasilnya.

"Mohon doanya agar layanannya bisa dilaksanakan dengan cepat dan tepat untuk masing-masing anak," tukasnya. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More