Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang

Penulis: Antara Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 13:12 WIB Megapolitan
Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang

ANTARA/Hafidz Mubarak A

PETUGAS PT Jasa Marga (Persero) Tbk dibantu kepolisian menperpanjang jarak contraflow mulai dari KM 29.600 hingga KM 61.500 untuk mengurangi kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek pada H-2 Lebaran 2018, Rabu (13/6).

"Contraflow KM 29.600 hingga KM 61.500 dilakukan sejak pukul 06.00 WIB," kata petugas penerangan lalu lintas PT Jasa Marga Linda di Bekasi.

Linda mengatakan situasi lalu lintas di Tol Jakarta menuju Cikampek masih padat dengan tingkat volume kendaraan cukup tinggi pada beberapa titik dan tempat istirahat.

Beberapa spot yang padat yakni Tol Cikunir menuju Bekasi Timur akibat antrian di rest area KM 19 dan Tambun-Cikarang Utama lantaran antrean di Gerbang Tol Cikarang Utama KM 29.

Kepadatan juga terjadi di Cikarang Barat menuju Cikarang Timur terhambat antrean di rest area KM 39 dan Karawang Barat-Karawang Timur akibat keluar masuk kendaraan di rest area KM 57.

"Begitu juga Dawuan menuju Cipali terjadi kepadatan di kawasan Cikampek," ujar Linda.

Linda menuturkan petugas telah melakukan diskresi pengalihan arus kendaraan sebagai upaya mengurangi kemacetan lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek termasuk contraflow pada KM 35.600-KM 47 sejak Rabu (23/6)  dinihari, selanjutnya diperpanjang pada KM 29.600-KM 61.500.

Linda mengimbau pengendara yang hendak menuju Cirebon dan arah utara mencari jalan alternatif melalui arteri Pantai Utara (Pantura).

Pengguna kendaraan bisa keluar Gerbang Tol Karawang Barat, GT Karawang Timur, GT Kalihurip dan GT Cikampek.

"Terpantau keluar tol tersebut masih lancar namun cukup padat pada jalur arterinya," ungkap Linda.

Linda menambahkan petugas masih berupaya mengatasi kepadatan namun belum dapat dipastikan hingga kapan volume kendaraan akan berkurang di jalur Tol Jakarta menuju Cikampek. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More