117 Ribu Pemilih Pemilu 2019 di Singapura Diverifikasi

Penulis: Antara Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 12:34 WIB Internasional
117 Ribu Pemilih Pemilu 2019 di Singapura Diverifikasi

ANTARA/Yunianti Jannatun Naim

PANITIA Pendafaran Pemilih Singapura tengah memverifikasi 117 ribu warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih di negara ini untuk mengikuti Pemilu 2019.

"Verifikasi masih dilakukan berdasarkan data yang diberikan KPU RI, sebanyak 117 ribu orang," kata Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya, saat ditemui di Singapura, Rabu (13/6).

Verifikasi dilakukan Pantarlih melalui telepon langsung ke tiap nama yang tertera dalam data KPU RI.

Berdasarkan hasil verifikasi sementara, diketahui sekitar 25 ribu orang yang tidak bisa diidentifikasi, hanya ada nama dan tanggal lahir.

Kemudian sekitar 45 ribu orang lainnya sudah berhasil dicocokkan datanya oleh Pantarlih.

"Masih ada sekitar 40 ribu nama lagi yang akan dikirim dengan pos," ujar Dubes.

Tim Pantarlih Singapura terdiri dari warga negara Indonesia yang bertempat tinggal di Singapura. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang, bahkan ada pekerja migran yang sudah mendapat izin dari majikannya.

"Pantarlih bukan dari KBRI, tapi mereka menggunakan ruangan di sini," kata dia.

Pemilu 2019 di Singapura rencananya digelar pada Minggu, 14 April 2019, selang beberapa hari setelah pelaksanaan pemilu serentak di Indonesia.

Hari Minggu dipilih sebagai pelaksanaan pemilu di negeri jiran itu, mengingat mayoritas pekerja dan pelajar di sana libur pada akhir pekan. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More