Trump Janji Tarik Pasukan dari Korsel, Pentagon Terkejut

Penulis: Sonya Michaella Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 12:29 WIB Internasional
Trump Janji Tarik Pasukan dari Korsel, Pentagon Terkejut

AFP/ANTHONY WALLACE

RENCANA Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghentikan latihan militer di Semenanjung Korea dan menarik pasukan AS dari sana mengejutkan Pentagon.

Beberapa jam setelah pernyataan Trump tersebut, pasukan AS di Korea Selatan (Korsel) mengaku masih menjalani latihan militer seperti biasa.

"Kami masih melanjutkan operasi dan latihan kami sampai kami mendapat instruksi resmi dari Pentagon," kata juru bicara militer AS di Korsel, Letnan Kolonel Jennifer Lovett, dikutip dari New York Times, Rabu (13/6).

"Hingga saat ini, kami belum menerima panduan atau instruksi terbaru apapun," lanjut dia.

Di Washington, juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Christopher Logan mengatakan bahwa Pentagon juga belum menerima arahan apa pun dari Gedung Putih.

"Kami akan memberikan informasi setelah semua instruksi lengkap," ujar dia dalam sebuah pernyataan.

Namun, janji Trump yang dibuat dalam kesepakatan dengan Kim Jong-un Selasa (12/6), sontak membuat warga Korsel terkejut. Pasalnya, latihan militer tahunan AS-Korsel membentuk benteng pertahanan di wilayah tersebut.

Ulchi Freedom Guardian adalah salah satu latihan militer terbesar di dunia. Latihan ini berlangsung selama 11 hari dan melibatkan sekitar 17.500 pasukan AS dan 50 ribu pasukan Korsel.

Pengumuman Trump ini dianggap terlalu cepat karena hingga saat ini Korut belum sepenuhnya membongkar program senjata nuklirnya. (Medcom/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More