Kemensos Targetkan Indonesia Bebas Gepeng pada 2019

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 12:17 WIB Humaniora
Kemensos Targetkan Indonesia Bebas Gepeng pada 2019

Kementerian Sosial menargetkan agar pada 2019 mendatang sudah tidak ada lagi gelandangan dan pengemis (gepeng) di Indonesia.

Direktur Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial Sonny W Manalu mengatakan salah satu program yang diusung ialah Risol Gepeng Mas.

Risol Gepeng Mas adalah program outreach yang dilakukan Panti Sosial Bina Karya dalam bentuk program rehabilitasi bagi Gepeng yang sifatnya luar Panti.

"Program tersebut terus ditingkatkan khususnya di daerah yang rentan penduduknya jadi pengemis," tuturnya ketika dihubungi, Rabu (13/6).

Menurutnya, dalam mencapai target tersebut, Kementerian Sosial tidak bisa bekerja sendiri sebab akar masalah dari adanya penyandang tuna sosial ialah kemiskinan.

Karena itu, pemerintah daerah, ujarnya, diharapkan dapat melakukan pencegahan diantaranya melalui pemberdayaan ekonomi agar warganya tidak mengemis.

"Ini merupakan tanggung jawab semua pihak mulai dari hulu hingga ke hilir," imbuhnya.

Upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi gepeng yakni dengan menyiapkan perkampungan khusus gepeng. Di kampung tersebut, pemerintah daerah, dinas sosial dan pemangku kepentingan lain mendorong pemberdayaan ekonomi bagi warga.Salah satunya sudah dilakukan di Malang, Jawa Timur.

Dengan kreativitas warga, di sana perkampungan gepeng diubah mebjadi tempat wisata topeng. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More