Sebut Singapura Bagian dari Malaysia, AS Picu Kericuhan di Dunia Maya

Penulis: Antara Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 10:07 WIB Internasional
Sebut Singapura Bagian dari Malaysia, AS Picu Kericuhan di Dunia Maya

AFP/MANDEL NGAN

DEPARTEMEN Luar Negeri Amerika Serikat (AS) keliru menyebut Singapura sebagai bagian dari negara tetangganya, Malaysia, dalam catatan sehubungan dengan temu puncak Korea Utara (Korut)-AS pada Selasa (12/6) di laman daring mereka. Hal itu memicu tanggapan mengejek di dunia maya.

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un pada Selasa (12/6) untuk temu puncak pertama pemimpin yang dulunya bermusuhan itu di sebuah hotel di negara kota Singapura.

Kesalahan itu muncul dalam salinan paparan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Senin. Salinan itu menyebut nama hotel, "JW Marriott, Singapura, Malaysia". Kesalahan itu kemudian diperbaiki dengan menghapus kata Malaysia.

"Yah, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat masih berpikir Singapura berada di Malaysia," kata pengguna Twitter @BrioS_BRxV.

Pulau Singapura pernah menjadi bagian dari Malaysia tapi kemudian berpisah secara sengit pada 1965, mengaburkan diplomatik dan perekonomian selama bertahun-tahun.

"Trump merencanakan memfasilitasi temu puncak penyatuan kembali Malaysia-Singapura segera?" kata pengguna Twitter lain, @boblskee.

Surat kabar Star Malaysia melaporkan kesalahan itu di laman Facebook  mereka dengan judul "Bagaimana menyinggung orang Singapura dan warga Malaysia pada saat bersamaan".

Muatan itu dibagikan hampir 700 kali dan menarik hampir 300 tanggapan.

"Amerika Serikat harus kembali ke sekolah," kata pengguna Facebook Jimi Leong. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More