Lomba Pukul Beduk Semarakkan Takbiran

Penulis: MI Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 09:11 WIB Tradisi
Lomba Pukul Beduk Semarakkan Takbiran

ANTARA/Muhammad Iqbal
Director Garudafood Rudy Brigianto (kanan) dengan didampingi Head of Corporate Communication Garudafood Dian Astriana (kiri) dan Founder Kampung Dongeng Indonesia (Kado) Awaw Prakoso (kedua kiri) memberikan bingkisan kepada anak-anak marginal di Kampoeng D

MENYAMBUT Idul Fitri 1439 Hijriah, Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, bakal menggelar lomba memukul beduk yang melibatkan 1.000 peserta. Pergelaran tersebut juga sekaligus dalam rangka memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).

Lomba memukul beduk akan dilaksanakan di sepanjang Jalan Langko hingga Pejanggik dari depan Islamic Center hingga ke Pajang Kota Mataram. Lomba tersebut akan dirangkai dengan pawai takbir menyambut 1 Syawal 1439 Hijriah.

Beduk peserta akan dijajar di sisi kiri dan kanan jalan. Pemukulan beduk dilakukan kelompok peserta yang beranggota lima orang secara bergantian sambil mengumandangkan takbir, tasbih, dan tahmid.

“Kami akan melibatkan tim penilai yang akan dikoordinasikan panitia yakni dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD),” kata Asisten I Sekretaris Daerah Pemkot Mataram Lalu Martawang, Kamis (6/6).

Dalam kegiatan itu, panitia akan membangun dua panggung yakni di depan Islamic Center dan di depan Taman Sangkareang. Di panggung depan Islamic Center akan hadir pejabat Pemerintah Provinsi NTB, termasuk Gubernur NTB TGH Zainul Majdi serta Forkompimda NTB.

Selain itu juga ada pejabat sementara Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. Mereka akan menandai pemukulan beduk pertama dan melepas peserta pawai takbir.

Sementara itu, pada panggung di depan Taman Sangkareang akan diisi pejabat-pejabat dari Pemerintah Kota Mataram, Forkompimda Kota Mataram, serta camat dan lurah se-Kota Mataram. “Para peserta lomba memukul beduk berasal dari remaja masjid se-Kota Mataram, sedangkan peserta pawai takbir di Jalan Langko-Pejanggik berasal dari Kecamatan Selaparang dan Mataram,” kata Lalu Martawang.

Peserta di Kecamatan Sekarbela-Ampenan dan Sandubaya-Cakranegara melaksanakan pawai takbir di jalur yang telah ditetapkan sehingga tidak bertemu dengan peserta pawai dari lain. (Ant/H-1)

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Minggu, 21 Okt 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More