Pemantauan Hilal 1 Syawal Dilakukan Kemenag di 97 Titik

Penulis: Ilham Wibowo Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 08:12 WIB Humaniora
Pemantauan Hilal 1 Syawal Dilakukan Kemenag di 97 Titik

ANTARA/AHMAD SUBAIDI

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) bakal menggelar pemantauan hilal penetapan awal Syawal 1439 Hijriah di 97 titik wilayah Indonesia. Pengamatan bulan yang terbit pada tanggal satu Kamariah itu bakal dilaksanakan pada Kamis (14/6).

"Kami telah mengirim petugas rukyatul hilal yang akan bekerja sama dengan Kakanwil dan ormas untuk melakukan pemantauan hilal di 97 titik yang telah ditetapkan," ujar Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin melalui siaran pers, Selasa (12/6).

Titik pengamatan hilal bulan ke-10 tahun Hijriah itu bakal tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Kemenag menyertakan akademisi khususnya ahli bidang astronomi dalam kegiatan saban tahun ini.

"Hasil rukyatul hilal dan data hisab posisi hilal awal Syawal akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Syawal 1439H," tuturnya.

Sidang isbat yang digelar di kantor Kemenag itu akan dihadiri Duta Besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak dari ormas-ormas Islam, pejabat eselon I dan II Kemenag, serta Tim Hisab dan Rukyat Kemenag.

Persiapan sidang rencananya akan dimulai pukul 16.30 WIB diawali dengan paparan Tim Badan Hisab dan Rukyat Kemenag tentang posisi hilal secara astronomis menjelang awal Syawal 1439 H.

Proses sidang isbat dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

"Sebagaimana biasa, sidang isbat berlangsung tertutup. Hasil keputusannya akan disampaikan secara terbuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam konferensi pers setelah sidang isbat," pungkasnya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More