Pengguna Lintas Selatan Naik 70%

Penulis: AD/TS/LD/YR/RF/PO/X-11 Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 08:00 WIB Mudik
Pengguna Lintas Selatan Naik 70%

MI/SUSANTO
Warga menunggu waktu berbuka puasa sembari menonton kendaraan pemudik yang melintasi tanjakan Jembatan Kenteng di ruas tol fungsional Salatiga-Kartosuro, Salatiga, Jawa Tengah, kemarin. Kendaraan pemudik yang berusaha melintasi tanjakan jembatan tersebut m

JUMLAH pemudik yang menggunakan jalur lintas selatan melalui lingkar Gentong atas dan bawah serta Tol Cipali arah Banjar, Cirebon, hingga Jawa Tengah meningkat sampai 70%.

Saat meninjau jalur Gentong, Tasikmalaya, kemarin, Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan pemudik juga terbantu oleh kondisi infrastruktur jalan yang sudah bagus. Dia memprediksi peningkatan jumlah kendaraan juga akan terjadi pada saat arus balik yakni 22-24 Juni.

"Pemudik yang lewat jalur Gentong harus waspada karena jalan lintas selatan ini memang sempit," ujarnya.

Sementara itu, untuk membantu kendaraan melintasi tanjakan Gentong atas, Strowbery, Desa Cibahayu, dan Trowek, Polres Tasikmalaya telah menyiapkan 30 mitra kepolisian dalam Tim Ganjel Ban.

"Tim siap membantu hingga tujuh hari seusai Lebaran dengan dilengkapi bilah kayu pengganjal ban," ungkap Kapolres Tasikmalaya Kota AKB Febry Kurniawan.

Di sisi lain, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan angka kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat H-8 hingga H-4 tahun ini menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Di 2018 ini dari H-8 hingga H-4 terdata ada 299 kejadian, turun 19% dari tahun lalu. Adapun korban meninggal dalam kecelakaan itu ada 178 orang, atau turun 40% dari tahun lalu," kata Setyo.

Kecelakaan itu, misalnya, terjadi kemarin berupa mobil terbalik di jalur Bayeman, Purbalingga, yang merupakan jalan penghubung keluar tol Pemalang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang diduga akibat sopir tidak hafal medan tersebut. (AD/TS/LD/YR/RF/PO/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More