Kader Garda NasDem Berjuang di Pileg

Penulis: HT/JL/P-3 Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 07:35 WIB Politik dan Hukum
Kader Garda NasDem Berjuang di Pileg

DPP Partai Nasdem

GARDA Pemuda NasDem Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), siap mengusung 10 bakal calon yang telah mendapat rekomendasi untuk maju di Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Hal itu terungkap saat Garda Pemuda NasDem Kota Semarang membagikan seribu takjil gratis kepada para pengguna jalan di kawasan Jalan Raya Gatot Subroto Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Semarang.

Pembagian seribu takjil gratis kepada masyarakat kali ini juga diikuti salah satu bacaleg Kota Semarang yang berasal dari Garda Pemuda NasDem Kota Semarang, yakni Setyo Budi.

Ketua Garda Pemuda NasDem Kota Semarang Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Ridwan Effendi menyebutkan Setyo Budi merupakan satu dari banyak kader militan Garda Pemuda NasDem yang tampil maksimal untuk mengikuti Pileg 2019 mendatang.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan elektabilitas beliau sebagai salah satu bacaleg dari NasDem dan untuk mengangkat nama Partai NasDem itu sendiri,” terangnya, Senin (11/6).

Perwakilan Garda Pemuda NasDem Kota Semarang, Gerry Juliarso, yang juga bacaleg Kota Semarang, dan Nur Dame Hutapea, bacaleg Provinsi Jawa Tengah, didaulat untuk hadir dalam kegiatan pembukaan posko mudik dan berbagi bersama DPD KNPI Kota Semarang di Denpomdam Diponegoro Kalibanteng, Semarang Barat.

Sementara itu, 1.051 orang akan bergabung dalam Komisi Saksi NasDem (KSN) di Manggarai Barat. Mereka siap menjadi saksi dalam hajatan Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur 2018. Di ajang tersebut, NasDem mengusung pasangan Victory-Joss.

“Kita beri pembekalan penuh terhadap tugas pokok tangung jawab saksi,” ucap Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Johnny G Plate. 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More