Dedi Targetkan 1 Desa 10 Sarjana

Penulis: Nur Aivanni Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 07:20 WIB Politik dan Hukum
Dedi Targetkan 1 Desa 10 Sarjana

ANTARA

CALON Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas program 10 sarjana dan satu doktor di satu desa agar tercipta sumber daya manusia unggul yang tersebar di desa-desa.

“Jawa Barat harus menjadi provinsi paling unggul. Jadi kita ikhtiarkan kebutuhan pendidikan ditanggung negara. Kita ingin di satu desa ada 10 sarjana dan seorang doktor,” katanya dalam siaran pers yang diterima di Purwakarta, kemarin.

Jika 10 sarjana dan satu doktor di satu desa terwujud, mereka akan bertugas memaksimalkan potensi desa, dari potensi kultur, sosial, sampai sumber daya alam. Dengan demikian, terjadi pembangunan yang berkesinambungan di seluruh desa di Jawa Barat.

Di lain sisi, kalau sarjana itu memiliki kualifikasi pendidikan agama, tentunya diarahkan untuk bekerja sama dengan pesantren dan kiai di kampung-kampung. 

“Kalau ada kualifikasi lain, kita arahkan sesuai disiplin ilmunya. Poin pentingnya, seluruh aspek pembangunan di desa ini berkesinambungan,” kata dia.

Dedi menyatakan program itu cukup realistis untuk diselesaikan selama lima tahun kepemimpinan. Terdapat 5.962 desa di Jawa Barat sehingga dalam setahun diproyeksikan mencetak seribuan lebih kaum cendekia dari desa.

Menurut dia, program itu tercetus sebagai persiapan untuk menghadapi kompetisi era milenial.

Digitalisasi diakuinya merupakan keniscayaan. Karena itu, dibutuhkan agen-agen yang mampu memberikan wawasan tentang kebutuhan di era ini. “Kaum cendekia merupakan sosok-sosok terlatih untuk bersaing dan menjalin dialog antarbudaya akibat digitalisasi.”


Tepat

KPU Kota Depok, Jawa Barat, meminta anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk teliti memastikan kebutuhan logistik Pilgub Jabar 2018 dengan benar.

“Perlu diperhatikan bahwa spirit kita dalam pengelolaan logistik perlengkapan pemungutan suara dan perlengkapan lainnya harus tepat jenis, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran,” kata Komisioner KPU Kota Depok, Nana Sobarna, di Depok.

Dalam Rapat Kerja Pengelolaan dan Pendistribusian Logistik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018, Nana meminta seluruh anggota yang hadir untuk teliti mengenai logistik tersebut. 

“Saya juga meminta agar menularkan pengetahuan terkait logistik ini kepada anggota yang lain,” ujarnya.
Selain itu, katanya, anggota PPK/PPS yang membidangi logistik ini ialah orang yang paling bertanggung jawab dalam memastikan distribusi logistik tidak benar. Jangan sampai pada hari H nanti masih ada logistik yang kurang. “Makanya untuk tahapan logistik ini kami dari KPU Kota Depok ingin mempersiapkan perencanaan yang baik dan optimal,” tegasnya.

Dikatakannya, logistik pemilihan dibagi dua bagian, yaitu logistik perlengkapan pemungutan suara yang terdiri atas kotak suara, surat suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, alat coblos, dan TPS. “Sedangkan perlengkapan lainnya meliputi sampul, tanda pengenal, bolpoin, karet, lem perekat, dan lain-lain,” katanya. (Ant/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More