Tradisi Mudik Mendorong Perputaran Ekonomi di Sejumlah Daerah

Penulis: Tes/AS/E-2 Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 06:10 WIB Ekonomi
Tradisi Mudik Mendorong Perputaran Ekonomi di Sejumlah Daerah

Eko Listiyanto Pengamat ekonomi dari Indef---DOK. INDEF .COM

MUDIK atau tradisi pulang ke kampung halaman untuk menyambut Lebaran bukan sekadar mobilitas warga dari kota ke desa. Per-gerakan warga tersebut juga turut menggerakkan perekonomian di daerah. "Untuk ekonomi daerah, akan terjadi peningkatan konsumsi dari para pemudik. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada triwulan II," ujar pengamat ekonomi dari Asian Development Bank (ADB) Institute, Eric Sugandhi, saat dihubungi, kemarin.

Eric berpendapat pertumbuhan konsumsi rumah tangga (RT) sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional diyakini akan mencapai 5% pada triwulan II 2018. Dia juga menilai perputaran uang pada tahun ini bisa lebih cepat ketimbang tahun lalu lantaran ada peningkatan permintaan terhadap kebutuhan transaksi. Apalagi harga sejumlah komoditas strategis berikut inflasi relatif terkendali sehingga daya beli masyarakat membaik.

Siti, 27, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kendal, Jawa Tengah, yang bekerja di Hong Kong, mengaku kerap mengirimkan Rp2 juta per bulan untuk kebutuhan keluarga dan susu anaknya yang kini berusia 5 tahun, sedangkan sisanya ditabung serta dibawa pulang saat Lebaran tiba.

"Tahun lalu saya bisa beli sepeda motor dan sedikit memperbaiki rumah orangtua. Tabungan yang dibawa tahun ini belum jelas untuk apa," ujar janda beranak satu itu saat tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, kemarin.

Kepala Subdit Lintas Batas Kantor Imigrasi Semarang Olie Roh-man mengatakan, sejak pekan lalu hingga kemarin sudah 1.267 orang Indonesia yang bekerja di luar negeri yang turun melalui Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Kendal merupakan daerah pemasok TKI terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Cilacap. Tiap bulan, rata-rata 200 TKI berangkat dari kabupaten di sebelah barat Kota Semarang itu melalui 41 penyalur tenaga kerja yang ada di daerah tersebut dengan tujuan beberapa negara Asia atau Timur Tengah.

Pengamat ekonomi dari Indef, Eko Listiyanto, mengatakan tradisi mudik membawa dampak positif terhadap ekonomi daerah, ter-utama yang penduduknya kerap merantau. "Namun, untuk daerah yang minim sektor pariwisata atau penduduknya tak banyak merantau, dampak (mudik Lebaran) akan sangat tergantung hal-hal kreatif yang bisa mereka lakukan agar warga tertarik membelanjakan uang, misalnya dengan festival budaya atau kuliner."


 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More