Harga dan Stok Pangan Stabil

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 05:45 WIB Ekonomi
Harga dan Stok Pangan Stabil

ANTARA

PEMERINTAH berhasil mengatasi permasalahan gejolak harga pangan di musim Lebaran tahun ini. Hal itu berkat koordinasi yang baik antarinstansi terkait, termasuk dengan pemerintah daerah.

Saat ditemui di Kendari, Sulawesi Tenggara, kemarin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, dari pengalaman sebelumnya, masa kritis melambungnya harga komoditas pangan kerap terjadi pada tujuh hari menjelang Lebaran. Pasalnya, pada saat itu, masyarakat mulai belanja banyak untuk keperluan Idul Fitri. Di sisi lain, sebagian pedagang mulai kembali ke kampung halaman.

Namun, pada tahun ini, sama seperti tahun lalu, pemerintah dapat melalui masa itu dengan baik "Kekhawatiran kami itu harga akan naik pada H-7, tetapi sudah dilewati dan harga tetap stabil," ujar politikus Partai NasDem tersebut.

Ia mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta divisi regional Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) setempat untuk terus mengguyur pasar dengan stok bahan pangan yang dimiliki.

Berdasarkan tinjauan di beberapa pasar di Sulawesi, harga bahan pokok mulai beras hingga daging sapi masih terpantau stabil. Harga daging sapi segar berada di kisaran Rp105 ribu-Rp120 ribu per kilogram. Begitu pun daging ayam yang dijual dengan harga berkisar Rp30 ribu-Rp33 ribu per kg.

"Kami jual seperti biasa saja. Tidak ada harga yang dinaikkan karena kami sudah untung dengan penjualan yang meningkat," ucap Alimin, salah satu pedagang ayam di Pasar Sentral Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, kemarin.

Untuk komoditas beras, bebe-rapa pasar di Kendari masih menjual bahan pangan pokok utama itu sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp9.450 per kg. Pemerintah pun sudah bergerak dengan menerjunkan stok dari Bulog dengan harga yang lebih murah yakni Rp8.950 per kg.

"Beras kami siapkan dari Bulog. Saya minta Bulog lebih rata lagi menjual beras medium. Kualitasnya pun bagus, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ucapnya.

Dengan menyisakan dua hari Ramadan, ia meyakini harga akan dapat terus dijaga, bahkan hingga hari-hari setelah Ramadan. Pemantauan, lanjutnya, akan terus dilakukan melalui sinergi dengan pihak-pihak terkait.

"Tinggal dua hari lagi. Kami sudah siap. Bisa dirasakan tahun ini dan tahun lalu sangat berbeda dengan 3, 4, atau 5 tahun sebelumnya. Presiden ingin harga stabil saat Ramadan dan itu dapat dilakukan," tandasnya.

 

Bawang merah

Mengenai harga bawang merah yang sedikit berfluktuasi pada Ramadan kali ini, Enggar mengatakan pergerakannya tidak terlalu signifikan dan masih dapat dikendalikan. "Cabai, bawang, itu urusannya dengan petani kecil, jadi memang agak sulit kalau terlalu ditekan. Tetapi sejauh ini dampaknya tidak terlalu signifikan," ujarnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi menganggap harga bawang merah Rp35 ribu per kg di pasar ialah suatu hal yang wajar. Berdasarkan data Kementan, harga bawang merah pada 43 pasar ritel di Jakarta pun terpantau stabil di Rp32 ribu per kg, lebih rendah ketimbang rata-rata Ramadan tahun lalu sebesar Rp37 ribu per kg.  (E-2)


 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More