BDI Medco Berbagi Santunan untuk Penyandang Disabilitas Pertunas

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Selasa, 12 Jun 2018, 21:25 WIB Humaniora
BDI Medco Berbagi Santunan untuk Penyandang Disabilitas Pertunas

Ist

BULAN Ramadan yang penuh berkah menjadi momentum berbagai kalangan untuk berbagi pada sesama. Mulai dari pemberian takjil untuk berbuka puasa hingga santunan Lebaran menyambut hari kemenangan Idul Fitri.

Bagi kelompok masyarakat tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Asri (Pertunas) penghujung bulan suci ini menjadi berkah tersendiri.

Sejumlah kalangan baik secara pribadi dan lembaga memberi perhatian dan kepedulian pada warga tunanetra ini. Di antaranya Badan Dakwah Islam (BDI) Medco memberikan bantuan 120 paket sembako dan santunan Lebaran bagi anggota dan pengurus serta mitra Pertunas.

"Alhamdulillah, kami bersyukur dan berterimakasih kepada BDI Medco yang selalu peduli pada kami Pertunas, karena rutin setiap tahun di bulan Ramadan berbagi sembako dan santunan Lebaran. Semoga Allah SWT membalas kebaikan yang berlimpah bagi keluarga besar Medco," kata Ketua Pertunas, Tamam, saat acara pembagian santunan BDI Medco di Musala Almukminun, Komplek Perumahan Andrawina, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, baru-baru ini.

Panitia Ramadan BDI Medco, Sigit, menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk berbagi bersama masyarakat.

"Kami mohon doa bagi keberlangsungan perusahaan kami untuk terus berkiprah dan berbagi dengan berbagai kalangan masyarakat termasuk bersama tunanetra Pertunas," ujarnya.

Pembina BDI Medco, Budi Basuki, mengapresiasi kalangan tunanetra Pertunas yang dengan keterbatasan fisiknya (tidak bisa melihat dengan mata karena buta) tetap berkiprah di masyarakat dengan bekerja tidak mengemis.

"Saya selalu merasa kagum dengan tunanetra Pertunas.Dengan segala kekurangan dan kelebihan mereka tetap istiqomah dalam ibadah dan bekerja sesuai kemampuan mereka. Karena itu saya selalu berusaha hadir di acara ini," cetusnya.

Anggota Pertunas, Qornain, yang bertempat tinggal di Pluit Jakarta Utara, mengaku bersyukur bergabung dengan Pertunas yang setiap pekan rutin menggelar pengajian dan tahajud. Qornain yang berprofesi sebagai pemijat tunanetra ini membuka usaha panti pijat Jari Sakti di Pluit. Ia mengaku telah 30 tahun menjalani profesi pemijat dan mempunyai banyak langganan.

"Alhamdulillah, Allah beri saya kemampuan memijat dan menafkahi anak istri saya dengan keringat saya. Saya juga bersyukur pada acara santunan BDI Medco ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Pertunas juga mendapat santunan dari sejumlah donasi secara pribadi maupun keluarga, antara lain Cherisda bersama suami yang juga rutin setiap Ramadan berbagi kepada Pertunas.

"Alhamdulilah keluarga kami turut senang dapat berbagi kepada saudara-saudara kami dari Pertunas," tukas Cherisda.

Sementara tokoh masyarakat yang juga pembina Pertunas, Uzenk Muntazar, yang selalu memberi semangat kepada para penyandang disabilitas  tersebut berpesan agar para tunanetra dapat menjalani ibadah puasa dan Lebaran dengan sebaik-baiknya. (RO/OL-1)
 
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More