Bukan Pertemuan yang Diharapkan

Penulis: (AFP/Marca/R-2) Pada: Rabu, 13 Jun 2018, 02:30 WIB Piala Dunia 2018
Bukan Pertemuan yang Diharapkan

AFP PHOTO / Pierre-Philippe MARCOU

PERGELARAN putaran final Piala Dunia Rusia 2018 baru akan dimulai. Namun, laga berlabel layaknya partai final sudah akan berlangsung. Panasnya persaingan di awal turnamen lahir di Sochi. Dua negara serumpun yang berada di semenanjung Iberia, Portugal dan Spanyol, akan melalui laga pembuka Grup C di Fisht Stadium Sochi pada Sabtu (16/6).

Sebutan ‘final dini’ tak muluk-muluk di-sematkan dalam pertandingan itu. Pasalnya  Portugal menuju Rusia dengan menggunakan jubah berstatus ‘Raja Eropa’. Skuat asuhan Fernando Santos itu merupakan juara bertahan Piala Eropa 2016.

Di lain pihak, Spanyol digadang-gadang akan bangkit untuk meraih kejayaan di ta-ngan pelatih Julen Lopetegui. Skuat La Furia Roja menjadi tim tak terkalahkan seusai kegagalan di Piala Eropa 2016. Dari 20 laga yang dilalui, 14 di antaranya diakhiri dengan kemenangan dan sisanya berakhir seri.

Spanyol pun masih menjadi negara tersukses dalam satu dekade terakhir setelah merebut satu gelar Piala Dunia pada 2010 serta dua gelar Eropa pada 2008 dan 2012.

Pertandingan nanti mungkin tidak akan sepanas partai di babak knock-out. Namun, hadiah bagi pemenang dalam laga itu ialah kans lebih besar untuk finis sebagai pemimpin di klasemen akhir Grup C. Artinya mereka akan mendapatkan lawan yang akan relatif lebih mudah di babak selanjutnya.

Selain itu, kemenangan sejak partai pertama akan membantu tim menjaga momentum dan ritme kompetisi. Namun, sebagaimana dua tim unggulan, kedua tim sebenarnya enggan bertemu lebih awal.

“Pertandingan pertama selalu penting, ­apalagi kami menghadapi lawan berat ­seperti Portugal. Kami hanya perlu bermain dengan cara kami,” terang kiper utama timnas Spanyol, David de Gea.

Faktor pembeda
Satu nama yang paling menonjol dalam pertarungan nanti tentu kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. Penyerang Real Madrid itu disebut dapat menjadi faktor pembeda yang dapat menentukan hasil ­akhir dalam pertandingan.

Meski telah berumur 33 tahun, Ronaldo masih menjadi penyerang paling berbahaya saat ini. Pemain terbaik dunia lima kali itu total mencetak 42 gol dan mempersembahkan gelar ke-13 Liga Champions Eropa bersama Madrid musim ini.

Di level tim nasional, Ronaldo mempersembahkan 15 gol selama mendampingi Selecao das Quinas--julukan timnas Portugal--melewati babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa.

“Cristiano Ronaldo coba kami analisis dengan baik karena semua orang tahu bahwa dia salah satu pemain terbaik di dunia. Dia juga memiliki tim hebat di belakangnya,” imbuh De Gea.

Di sisi lain, rekan Ronaldo di timnas Portugal, Bernardo Silva, menyebut ayah empat anak tersebut sebagai sosok yang tidak tergantikan. Ronaldo juga menjadi anutan bagi rekan-rekannya dengan ambisinya yang tak pernah padam. “Ambisi merupakan poin yang kuat dari dirinya,” ujar Silva. (AFP/Marca/R-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More