Penculikan Warga Jepang Dibahas di KTT Singapura, Abe Tak Sabar Telepon Trump

Penulis: Willy Haryono Pada: Selasa, 12 Jun 2018, 18:56 WIB Internasional
Penculikan Warga Jepang Dibahas di KTT Singapura, Abe Tak Sabar Telepon Trump

AFP PHOTO / GEOFF ROBINS

PERDANA Menteri Jepang Shinzo Abe tidak sabar untuk mendengar cerita soal pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, langsung dari Trump.

"Saya ingin mendengar detailnya secara langsung via telepon (dengan Trump)," ujarnya.

Trump dan Kim bertemu dalam KTT bersejarah di Singapura, hari ini. Terlepas dari pembahasan soal denuklirisasi sebagai isu utama, Trump juga sempat membahas hak asasi manusia terkait penculikan sejumlah warga Jepang oleh Korut di era 1970 dan 1980-an.

"Saya menghargai fakta di mana Presiden Trump menyinggung mengenai isu yang telah saya sampaikan kepadanya. Isu penculikan ini sangat penting bagi kami, bagi Jepang," ungkap Abe.

Jepang telah berulang kali meminta Trump agar mengangkat isu penculikan tersebut saat bertemu Kim. Dalam konferensi pers usai bertemu Kim, Trump mengaku sudah mendiskusikan isu tersebut.

Negeri Sakura masih menerapkan posisi keras terhadap Korut meski serangkaian peristiwa diplomatik telah menurunkan ketegangan di Semenanjung Korea. Jepang hampir tidak dilibatkan dalam rangkaian peristiwa tersebut. (Medcom/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More