Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perputaran Uang

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Selasa, 12 Jun 2018, 18:55 WIB Ekonomi
Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Perputaran Uang

MI/Pius Erlangga

DATANGNYA Ramadan menjadi faktor musiman yang berdampak kuat mendorong pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga (RT) sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional, diyakini akan mencapai 5% pada Triwulan II 2018.

"Faktor musiman Ramadan memang biasanya mendorong pertumbuhan ekonomi. Begitu juga pertumbuhan konsumsi. Saya expect pertumbuhan ekonomi di Triwulan II 2018 mencapai 5,2% (year on year/yoy) atau lebih tinggi dari Triwulan I 2018," ujar pengamat ekonomi dari Asian Development Bank (ADB) Institute, Eric Sugandi, saat dihubungi, Selasa (12/6).

Kecenderungan masyarakat meningkatkan belanja selama Ramadan, lanjut dia, mendorong bertambahnya permintaan terhadap suplai rupiah. Hal itu pun turut didukung kebijakan Bank Indonesia untuk meningkatkan pasokan uang beredar guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, perputaran uang pada tahun ini bisa lebih cepat jika dibandingkan dengan tahun lalu lantaran ada peningkatan permintaan terhadap kebutuhan transaksi. Apalagi, harga sejumlah komoditas strategis berikut inflasi relatif terkendali. Sehingga daya beli masyarakat mengalami perbaikan.

"Perputaran uang memang cenderung meningkat selama Ramadan. Tahun ini perputaran uang bisa lebih cepat dari tahun lalu. Karena ada peningkatan demand unang untuk kebutuhan transaksi akibat perbaikan daya beli masyarakat," jelas Eric.

Di penghujung Ramadan, mayoritas masyarakat di wilayah perkotaan pada khususnya, akan kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran. Kehadiran pemudik biasanya berdampak pada ekonomi daerah yang semakin menggeliat.

"Untuk ekonomi daerah, akan terjadi peningkatan konsumsi dari para pemudik. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada Triwulan II," imbuhnya.

Adapun pengamat ekonomi dari Indef, Eko Listiyanto, mengatakan, tradisi mudik membawa dampak positif terhadap ekonomi daerah. Dalam hal ini, dia menyoroti daerah yang memiliki sektor pariwisata relatif maju dan penduduknya terkenal merantau.

"Namun, untuk daerah yang minim sektor pariwisata atau penduduknya tidak banyak merantau, maka dampak (mudik Lebaran) akan sangat tergantung dari hal-hal kreatif yang bisa menjadi daya tarik pemudik untuk bekonsumsi. Misalnya festival budaya, kirab, pawai, atau pertunjukkan seni," tutur Eko.

Mengenai perputaran uang pada Lebaran tahun ini, dia mengamini akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Ini tidak lepas dari distribusi Tunjangan Hari Raya (THR) bagi PNS, Polri, TNI, dan pensiunan, yang komponennya lebih besar. Demikian pula dengan pemerintah memutuskan memperpanjang periode cuti bersama Lebaran 2018. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More